Piscyber (Bogor) – Puluhan warga di kawasan Tajurhalang Kabupaten Bogor mengalami deman tinggi yang di ikuti pembengkakan pada kaki. Sebagian warga bahkan mengaku nyeri pada telapak kaki sehingga sulit berjalan.
Sejauh ini, dugaan warga terjangkit penyakit chikungunya telah di konfirmasi dokter yang di datangi salah satu warga untuk berobat. “Iya kata dokter saya terkena cikungunya, akibat gigitan nyamuk,” ujar amelia salah satu warga.
Menurutnya, gejala awal penyakit Cikungunya sangat cepat. Sebab, dari awalnya hanya deman, tubuh yang terjangkit Chikungunya langsung terasa nyeri di semua bagian. Berikutnya, rasa nyeri juga akan terasa di persendian kaki sehingga akan susah berjalan.
“Tiba tiba kaki saya juga bengkak, dan syukurnya langsung dapat penanganan dokter dan ada perbaikan,” jelasnya
Dia mengatakan, dirinya salah satu dari puluhan warga yang terjangkit penyakit Chikungunya. Sebab saat ini juga ada warga lain yang mengalami penyakit serupa dengan gejala gejala yang sama.
Bahkan, kata Amelia, ada tetangganya yang sampai saat ini belum bisa jalan karena penyakit Chikungunya. “Harusnya ada penyemprotan nyamuk untuk mengurangi populasi nyamuk penyebar Cikungunya,” pinta Amelia.
Sementara dari dari sejumlah sumber menyebut, Chikungunya adalah penyakit virus yang ditularkan oleh nyamuk yang bisa menyebabkan demam tiba-tiba dan nyeri sendi yang parah. Tanda dan gejala lain termasuk kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, dan ruam. Tanda dan gejala chikungunya biasanya muncul dalam dua sampai tujuh hari setelah digigit nyamuk yang terinfeksi.
Sayangnya sejauh ini belum ada vaksin untuk mencegah demam chikungunya, dan tidak ada pengobatan antivirus yang efektif. Namun, penyakit ini menyebar secara terbatas dan jarang menyebabkan komplikasi serius. Perawatan biasanya ditujukan untuk menghilangkan gejala, seperti istirahat, mengganti cairan yang hilang, dan pemberian obat-obatan untuk meredakan nyeri sendi dan demam.
Wabah chikungunya pertama kali dilaporkan di Afrika, Asia, Eropa, dan pulau-pulau di Samudra Hindia dan Pasifik. Kasus chikungunya pertama yang dilaporkan di Amerika terjadi pada tahun 2013, di pulau-pulau di Karibia. (SK)



















