PosCyber (Bogor) – Warga RT 5 RW 8 Kelurahan Nanggewer Kabupaten Bogor dibuat gempar. Puluhan petugas Pol PP mendadak datang dan merangsek masuk ke gang kecil bernama Appolo.
Kedatangan Pol PP jadi pemandangan tidak biasa, kawasan Nanggewer yang biasa tenang dikejutkan peristiwa aib, sebab dari sebuah kos kosan Pol PP menggaruk puluhan Pekerja Sex Komersial (PSK) yang di kendalikan seorang mucikari.
Sontak, puluhan PSK ini di angkut ke markas Pol PP komplek Kantor Bupati Bogor untuk di data identitasnya.
Untuk diketahui, puluhan PSK itu menyelinap ke kos kosan orange ( begitu biasa di sebut) karena ada kebebasan.
Keterangan dari salah satu petugas Pol PP yang enggan namanya di sebut, sebelum penggerebekan, sudah ada dua peristiwa terjadi di kos kosan appolo. Yang pertama penggerebekan kasus Narkoba dan yang kedua kasus penyekapan perempuan yang di paksa untuk jadi PSK.
“Sebenarnya, itu kos kosan sudah jadi zona merah, soal penyekapan itu perempuannya sampai teriak teriak karena ga mau di jadikan PSK,” jelasnya.
Sementara terkait peristiwa terakhir , puluhan PSK yang berhasil di amanKan Pol PP lebih banyak wanita pendatang. Mucikari yang berhasil mengumpulkan puluhan PSK ini bebas beroperasi karena ada kebebasan bergerak.
Dia mengatakan, kebebasan ini bisa dilihat karena puluhan PSK bersama mucikarinya sudah lama menjalankan aktivits ilegal tersebut. “Logikanya, aktivitas ilegal di tengah perkampungan seperti itu paling gampang di endus, berikutnya adalah pemilik kos kosan yang sama sekali tidak tahu aktivitas puluhan perempuan muda dalam waktu berbulan bulan, ini aneh, ” ujarnya
Sementara kalau melihat cara beroperasinya, puluhan PSK ini akan hilir mudik keluar masuk kos kosan baik siang atau malam. Mucikari yang mengendalikan, PSK mana yang di kehendaki pelanggan. “Karena mucikari yang menerima order melalui aplikasi mechat, dan mucikari yang mengirim semua foto PSK sampai pelanggan menentukan pilihan, dan ini dilakukan siang malam,” jelasnya
Dia mengatakan, ada insiden saat Pol PP hendak mengamankan puluhan PSK gang Appolo. mucikari yang di ketahui masih muda sempat mencoba kabur dengan melompat pagar.
Alhasil, kaki mucikari patah dan sempat mendapat perawatan dari petugas Pol PP. “Tapi yang menyedihkan, ada pria diduga bagian sindikat kelompok penjual PSK berani melawan warga sekitar kos kosan, kita lihat sempat perang mulut bahkan warga ini sempat mendapat tamparan,” ujarnya.
Kepada Poscyber lurah Nanggewer Eva Fauziah mendukung langkah Pol PP melakukan penertiban. Sebab dengan langkah seperti itu akan menciptakan lingkungan yang aman tertib dan kondusif.
Dia juga nendorong seluruh warga Nanggewer untuk aktif menjaga lingkungan dengan cara ikut mengawasi kegiatan ilegal.”Dilaporkan saja jangan bertindak sendiri, biar aparat berwenang yang menindaklanjuti,” ujarnya Sabtu (23/12). (SK)



















