PosCyber (Timur Tengah) – Juru bicara sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, Abu Ubaida kembali angkat bicara terkait pernyataan otoritas Israel yang sebelumnya mengklaim kemenangan atas Hamas dalam perang Gaza, Pelestina.
Dikutip Palestina Chronicle, Abu Ubaida menyebut, apa yang dikatakan Israel sebagai kebohongan.
Sebaliknya, Abu menyatakan tentara Israel dalam kondisi terpecah belah di medan perang bahkan dilanda krisis.
“Musuh terpecah belah, berkonflik, dan dilanda krisis, tidak dipercaya oleh teman-teman terdekatnya, bahkan tidak dipercaya oleh sekutunya, dan tidak dapat meyakinkan para pendengarnya,” ujar Abu Ubaida.
Abu ubaida mensinyalir Militer Israel telah mengeluarkan pernyataan berupa angka, dan informasi palsu. Selain telah melakukan propaganda bohong, menyiarkam gambar hoaks yang dibesar-besarkan.
“Dan banyak dari apa yang diumumkan dan disiarkan oleh musuh (Israel) adalah dibuat-buat,” lanjutnya.
Abu Ubaida memastikan, Brigade Al-Qassam selalu siap untuk bertempur melawan Israel di Gaza.
“Medan perang tetap terbuka, dan kebenaran terungkap, Insya Allah, akan membuktikan ilusi, kebohongan, dan kebingungan musuh (Israel) ini.” ungkapnya
Dia menganggap tujuan politik Israel murahan, hal itu terlihat dari cara Zionis melakukan pembantaian dan kejahatan kotor di Gaza hingga menimbulkan banyak korban jiwa.
“Melalui kebohongan hitam di sisi lain, akan membawa mereka (Israel) pada kejatuhan, penghinaan, rasa malu, dan penyesalan, dengan bantuan dan kekuasaan dari Allah,” imbuh Ubaida.
Mengutip Anadolu Agency, serangan Israel yang terjadi hingga kini telah menewaskan sedikitnya 28.775 orang, melukai lebih dari 68.552 orang lainnya. Selain menyebabkan kehancuran massal dan kekurangan bahan-bahan kebutuhan.
Perang Israel di Gaza telah menyebabkan 85 persen penduduk wilayah tersebut mengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Sementara 60 persen infrastruktur di wilayah tersebut telah rusak atau hancur, menurut PBB. (**/SK)



















