Tanggapi Isu Hak Angket, JK: Baik Untuk Kedua Belah Pihak

Pos Politik35 Dilihat

PosCyber (Depok) – Wakil Presiden RI ke 10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) mengatakan, pengajuan hak angket oleh partai pengusung Paslon Capres- Cawapres no 1 dan 3 terkait dugaan kecurangan Pemilu Presiden akan baik untuk kedua belah pihak, dalam hal ini penggugat dan tergugat.

Menurut JK, dengan adanya hak angket dapat menjadi moment bagi pihak tergugat untuk melakukan klarifikasi terhadap kecurigaan kecurangan pemilu baru-baru ini. Ada pun dari sisi pihak penggugat dapat menghilangkan kecurigaan yang selama ini muncul.

Hal tersebut disampaikan JK usai menghadiri ujian promosi Doktor Mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin di Universitas Indonesia,sabtu (24/02/2024).

“Tentunya hak angket itu baik bagi kedua belah pihak, karena sekarang banyak isu bahwa ini ada masalah. Jadi kalau ada angket kalau memang tidak ada soal, itu bagus sehingga menghilangkan kecurigaan”, ujar JK.

Lebih lanjut JK berpesan agar kepada pihak tergugat jika tidak merasa bersalah tidak perlu khawatir terhadap hak angket yang diajukan DPR. Namun demikian JK juga mengungkapkan apabila pihak tergugat merasa khawatir itu bisa menjadi indikasi adanya kecurangan pada pemilu 2024 terutama pilpres.

“Jalani saja tidak usah khawatir. Kalau memang tidak apa-apa bisa jadi klarifikasi kecuali ada apa-apa tentu takut jadinya”, JK melanjutkan.

Sebelumnya, ketua DPP Partai Golongan Karya (Golkar), Dave Laksono menilai isu hak angket di DPR RI yang tengah diwacanakan partai politik pendukung Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres) yang kalah dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 hanyalah bentuk emosi sesaat.

“Tidak ada alasan yang mendesak akan hak angket ini, kecuali emosi sesaat akibat kekalahan pemilu ya,” ujar Dave Laksono, Kamis (22/2) kepada wartawan.

Ia meyakini jalannya Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 sudah berjalan dengan sebagaimana mestinya baik untuk Pilpres dan Pileg.

“Pemilu telah berjalan dengan baik, kami bersyukur, bahwa Golkar mendapatkan lonjakan suara yang cukup baik. Ini membuktikan kepercayaan masyarakat kepada kader dan partai Golkar semakin meningkat,” kata Dave Laksono.

Dave juga mengatakan, Pileg dan Pilpres telah menggunakan aturan yang telah disepakati dalam PKPU.

Sementara Kebebasan rakyat dalam memilih tidak ada belenggu yang menahan. Jadi kurang paham juga saya apa yang menjadi alasan untuk menggulirkan hak angket,” paparnya.

Dave melihat langkah untuk mengajukan hak angket di DPR RI sebagai langkah yang keliru pasalnya seharusnya gugatan cukup diajukan di Mahkamah Konstitusi (MK) dan Bawaslu RI.

“Proses perhitungan juga blum rampung dan kita kan memiliki wadah seperti MK untuk dapat mengajukan gugatan,” pungkas Dave Laksono.

Diketahui sebelumnya, tiga sekjen partai politik pendukung Capres-Cawapres nomor urut satu Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar berkumpul di Nasdem Tower pada Kamis (22/2) sore.

Sekjen Partai Nasdem Hermawi Taslim, Sekjen PKB Hasanudin Wahid, dan Sekjen PKS Habib Abu Bakar Al Habsyi bertemu di Nasdem Tower, membahas kemungkinan pengusulan hak angket di DPR RI atas dugaan kecurangan Terstruktur Sistematis dan Masif (TSM) dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Sebelumnya juga Calon Presiden (Capres) nomor urut 3 dalam Pemilu 2024, Ganjar Pranowo mengusulkan partai-partai politik pengusungnya dalam Pemilu 2024 untuk mengajukan hak angket atau hak interpelasi ke DPR.

Hak angket DPR disebut Ganjar Pranowo dapat digunakan untuk mengusut dugaan kecurangan Pemilu 2024. Upaya itu kata dia dapat dilakukan sebagai bentuk fungsi kontrol terhadap pemerintah terkait penyelenggaraan Pemilu 2024 yang sarat dengan kecurangan baik dalam bentuk ketidaknetralan dan intimidasi.

Sementara itu, hasil quick count sejumlah lembaga survei Pilpres 2024 menempatkan Capres-Cawapres nomor urut dua dalam Pemilu 2024 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka unggul jauh.

Dari hasil hitung suara Pemilu 2024 yang didasarkan pada sistem KPU RI SiRekap yang tengah dipertanyakan audit forensik oleh lembaga independen juga memenangkan Prabowo Gibran.

Hingga Jumat (23/2/2024) pagi dengan suara masuk 75,26 persen Capres-Cawapres nomor urut dua Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka unggul sebesar 58,89 persen, disusul Capres-Cawapres nomor urut satu Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar 24,06 persen, dan Capres-Cawapres nomor urut tiga Ganjar Pranowo dan Mahfud MD sebesar 17,05 persen. (Dl/SK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *