Truck Mundur Tol Cipularang, Pengamat : Manajemen Pengelola Angkutan Logistik Yang Bermasalah

Pos Peristiwa31 Dilihat

Poscyber.com (Bandung) – Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno menyebut fenomena baru kecelakaan di jalan tol yang disebabkan truk mundur, bukan jalannya yang salah tapi manajemen pengelola angkutan logistik Indonesia yang sedang bermasalah.

“Selama tidak ditangani sungguh-sungguh, kecelakaan serupa akan terus terjadi,  tinggal kapan dan di lokasi tol mana terjadi,”ujat Djoko dikutip Poscyber.com Minggu (5/1)

Menurutnya, ada tiga ruas tol yang memiliki tanjakan dan turunan, yaitu Tol Cipularang, Tol Semarang-Solo dan Tol Pandaan – Malang.

Ia mengatakan, kecelakaan tabrakan depan belakang sudah menjadi hal biasa terjadi di jalan tol lantaran tidak ada upaya penanganan. “Berikutnya, kecelakaan truk meluncur mundur akan menjadi kecenderungan kecelakan di jalan tol,” jelasnya

Kecelakaan serupa terjadi di Tol Pandaan – Malang akhir tahun lalu. Beberapa tahun lalu, sastrawati NH Dini meninggal dunia akibat truk meluncur mundur di jalan Tol Semarang – Solo.

Diketahui, Sebuah truck Tronton dengan Nomor Polisi E 9134 O terlibat tabrakan beruntun dengan sebuah Bus Primajasa dan tiga mobil minibus di kilometer 97 Tol Cipularang arah Bandung sekitar pukul 09.00 WIB Minggu (5/1/2025) pagi.

Kecelakaan bermula saat truck yang bermuatan penuh tidak kuat naik dijalan menanjak. Akibatnya, truck yang dikemudikan pingi menabrak mobil dibelakangnya. Satu orang kondektur bus dan satu penumpang Primajasa mengalami luka ringan dan dilarikan ke Rumah Sakit Abdul Radjak Purwakarta.

Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda Jawa Barat Kombe Pol Ruminio Ardano  mengatakan kendaraan yang  tertabrak truck Tronton adalah mobil Sigra bernomor polisi B 2218 KIL yang dikemudikan Rizal,  Xenia bernomor polisi D 1516 AFX yang dikemudikan Yulianto, bus Primajasa bernomor polisi B 7131 FGA yang dikemudikan Ahmad serta mobil Hiace bernomor polisi D 7788 AT yang dikemudikan Himawan.

“Truk tidak kuat menanjak sehingga mundur dan menabrak kendaraan yang berada di belakangnya,”kata Ruminio Ardano, Minggu  (5/9).

Menurutnya, saat ini kasus kecelakaan tersebut dilimpahkan ke Satlantas Polres Purwakarta.

Dirlantas mengatakan usai kecelakaan posisi truk berada di bahu jalan menghadap selatan, Sigra di bahu jalan menghadap selatan, Xenia di bahu jalan menghadap selatan, termasuk Hiace. Dan Bus Primajasa menghadap Utara.

Saat ini ,lanjutnya, arus lalu lintas berangsur normal dan Pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian sekaligus mendata korban dan mengevakuasi kendaraan. (**/day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *