Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR – RI Anton Sukartono Suratto, menyampaikan duka sedalam dalamnya untuk para korban dan yang terdampak musibah bencana banjir di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Saya menyampaikan rasa duka yang amat mendalam dan berbelasungkawa bagi para korban terdampak bencana ini.” Kata Anton kepada wartawan.
Terkait sikap Menteri Luar Negeri yang menunjukkan kepercayaan diri terhadap kapasitas penanganan bencana nasional patut diapresiasi. Hal ini menunjukkan kedaulatan dan kemandirian bangsa.
Namun demikian, posisi kita tidak harus rigid dalam merespons solidaritas eksternal. Dalam pandangan saya, prinsipnya adalah kita tidak dalam posisi “meminta-minta” bantuan internasional. Namun, gotong royong adalah bahasa universal.
“Jika negara sahabat ingin mengulurkan tangan, seperti misalnya melalui teknologi yang dapat mendorong percepatan proses evakuasi, bantuan berupa makanan dan obat-obatan, serta bantuan lainnya untuk mendukung hajat hidup para korban, maka ini adalah pilihan yang harus dipertimbangkan. “ papar Anton.
Penerimaan bantuan dari luar negeri dapat diterima dengan catatan selama tidak disertai dengan persyaratan dari negara penyumbang dan juga selama proses pemberian bantuan berada dalam pengawasan ketat di lapangan. Hal ini harus tetap dijaga karena jangan sampai bantuan luar negeri menjadi celah merongrong kedaulatan negara kita.
Fokus utama pemerintah sekarang harus tertuju pada percepatan penanganan di wilayah terdampak di Sumatera. Yang paling mendesak sekarang adalah memastikan bahwa semua akses menuju titik-titik yang masih terisolir segera terbuka. Tidak boleh ada kantong-kantong pengungsian atau kelompok masyarakat yang luput dari perhatian hanya karena kendala geografis dan logistik.
Pembukaan akses ini harus menjadi prioritas agar bantuan, relawan, dan layanan penyelamatan dapat hadir tepat di lokasi di mana mereka paling dibutuhkan. Kecepatan pemerintah dalam membuka jalur dan menjangkau kawasan terisolasi akan menjadi penentu keberhasilan penanganan bencana secara keseluruhan. Karena masalah tidak begitu saja selesai setelah banjir surut, sebagai contoh, belum dievakuasinya ratusan korban yang masih tertimbun dapat menyebabkan penyakit lanjutan bagi korban-korban yang selamat. Oleh karena itu, prioritas utama saat ini adalah optimalisasi penyampaian bantuan, khususnya di daerah terisolir, dan evakuasi bagi korban selamat.
(Tim)



















