Cari Solusi Banjir, Forum Peduli Sungai Ciputat Gelar Aksi Susur Sungai

Tangerang Selatan – Banjir yang kerap melanda sejumlah kompleks perumahan yang berada di Ciputat dan Ciputat Timur, Tangerang Selatan, seperti Perumahan Payung Mas, Asrama Polisi Udara, Perumahan Pondok Hijau dan Perumahan Inhutani, membuat warga di empat perumahan ini dilanda kecemasan.

Banjir tidak hanya terjadi disaat curah hujan tinggi dan durasi yang cukup lama, namun juga disaat hujan dengan intensitas sedang bahkan cenderung ringan.

Saluran drainase yang beberapa waktu terakhir terus dibenahi Pemerintah Kota Tangerang Selatan, sejatinya menjadi solusi awal air terbuang dengan baik hingga ke aliran Sungai Ciputat. Namun yang terjadi, volume air yang tertampung di saluran drainase komplek perumahan, tidak memadai dengan kemampuan sungai menerima aliran ini.

Selain karena kontur tanah beberapa perumahan yang nyaris sama dengan ketinggian permukaan sungai, pendangkalan, penyempitan sungai hingga penggunaan lahan sungai yang bukan peruntukannya diduga menjadi penyebab banjir setiap hujan turun.

Warga tentu berterima kasih dengan upaya Pemerintah Kota yang membangun sejumlah tanggul dan memasang mesin pompa, namun sayangnya banjir masih terus melanda tanpa mengenal waktu. Jika sebelumnya kita tentu mengenal istilah banjir lima tahunan seperti yang terjadi di Jakarta beberapa waktu lalu, kini banjir hampir terjadi dengan ketinggian bervariasi, setiap hujan mengguyur. Terlebih saat ini, cuaca semakin tidak dapat diprediksi meski musim penghujan sudah melewati periodenya.

Apa yang dialami empat perumahan di Ciputat dan Ciputat Timur, hanya contoh kecil dari apa yang terjadi di kawasan Ciputat dan Tangerang Selatan secara umum. Perbaikan drainase, pembangunan tanggul dan pemasangan pompa yang cukup masif, ternyata belum menjadi obat mujarab banjir berkurang. Tidak dapat dicegah jika kemudian muncul asumsi di masyarakat,”sepertinya ada yang salah dengan Sungai Ciputat yang merupakan urat nadi di Tangerang Selatan”.

Berangkat dari kegelisahan akan asumsi-asumsi inilah yang kemudian menjadi pendorong warga dan sejumlah elemen masyarakat membentuk Forum Peduli Sungai Ciputat. Kami tidak ingin hanya duduk menjadi penonton dan objek beragam proyek yang digagas Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Kami memilih untuk turut serta membantu pemerintah kota dan sesama warga menjawab beragam asumsi dan mencari solusi untuk lebih

meminimalkan dampak banjir yang terjadi. Sama halnya dengan keinginan dari Presiden Prabowo yang disampaikan pada Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, 13 Februari 2026, bahwa arah pembangunan nasional tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada transformasi lingkungan, tata kelola kota yang modern, serta stabilitas nasional sebagai fondasi Indonesia menuju masa depan yang berkelanjutan.

Susur Sungai Ciputat Tahap 1 yang akan digelar pada Hari Minggu, 31 Mei mendatang menjadi langkah awal kami belanja masalah. Partisipan warga dan didukung sejumlah kelompok relawan dan mahasiswa, seperti Forum Potensi Tangsel, Muhammadiyah Disaster Management Center Tangsel, Disaster Response BAZNAS Tangsel, Ikatan Alumni UMJ, Stacia, Oi Crisis Center, KMPLHK Ranita UIN Jakarta, LKBHMI, KPA Whidarsa ( STIKes Widya Dharma Husada ) Pamulang, Civitas dan Alumni STIE Ganesha Ciputat dan Sahabat Yatim, akan turun melihat secara langsung kondisi sungai yang mengalir menuju Sungai Ciputat. Berdasarkan data hingga hari Minggu, 24 Mei 2026, tercatat 66 orang partisipan yang sudah melakukan registrasi melalui formulir daring yang disiapkan. Dan diprediksi hingga hari Sabtu 30 Mei 2026 mendatang, lebih kurang 100 partisipan akan bergabung. Keseluruhan peserta akan dibagi menjadi 5 tim kecil, terdiri dari 10-14 orang untuk melakukan penyusuran di aliran sungai dan darat secara simultan, dari titik Universitas Terbuka hingga Graha Hijau.

Jika beberapa waktu terakhir masyarakat dikejutkan dengan kabar menghilangnya aliran Sungai Ciputat yang melewati Bintaro Exchange menuju Pondok Aren dan menjadi perhatian para anggota dewan di Tangsel, Susur Sungai Tahap 1 juga akan mencoba mengkonfirmasi info hilangnya aliran sungai sepanjang 100 meter. Kebenaran info dan letak titik sungai yang menghilang tentu akan kami sampaikan kepada publik usai susur Sungai selesai dilakukan pada 31 Mei mendatang. Termasuk, titik-titik dimana Sungai menyempit, pendangkalan dan juga pembangunan yang tidak sesuai dengan aturan sempadan sungai yang dibuat oleh pemerintah pusat dan seyogianya diimplementasikan dengan baik dan disiplin oleh pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Temuan apapun pada Susur Sungai Tahap 1, sejatinya akan menjadi bahan evaluasi dari kami untuk masyarakat sendiri dan juga Pak Benyamin Davnie, Wali Kota Tangerang Selatan, Pak Pilar Saga, Wakil Wali Kota beserta seluruh jajaran dibawahnya dalam merancang kebijakan lingkungan yang lebih bersahabat dan komprehensif. Forum Peduli Sungai Ciputat akan memposisikan diri sebagai partner diskusi dan kolaborasi aksi yang seimbang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *