Pernah gagal di Bintara, Jenderal Agus Subiyanto sah Menjadi Panglima TNI

Poscyber_Perjalanan karir jenderal Agus Subiyanto yang kini telah sah menjabat sebagai Panglima TNI, ternyata pernah gagal saat mencoba tes masuk TNI melalui jalur sekolah Bintara di Kodam Siliwangi.

Pria kelahiran 5 Agustus 1967 inipun sempat melamar sebagai security sebuah mall hingga mencoba peruntungan dengan ikut tes masuk BUMN yakni Perusahaan Gas Negara ( PGN). Namun semuanya gagal.

Nasib mengubahnya lebih baik, saat Agus masuk tes Akabri tahun 1999. Agus remaja berhasil lolos sebagai calon taruna bahkan memproleh predikat lulusan terbaik kedua se Jawa Barat.

Menyandang pangkat Letnan Dua pada tahun 1995, Jenderal Agus Subiyanto pernah di tugaskan di Timor Timur untuk memberantas pemberontakan Fretellin. Jenderal bintang empat ini juga Sempat menjadi Danrem di Sulawesi Tengah dan Danrem Bogor. Berikutnya Karirnya terus melejit dan menduduki posisi posisi penting di angkatan darat, Agus sempat menjabat sebagai Komandan Paspampres, Wakil Kasad sampai akhirnya di Lantik menjadi Kasad pada 25 Oktober 2023 lalu.

Dari sekian banyak perjalanan jenjang Karir nya, menjadi Dandim Surakarta adalah awal Jenderal Agus Subiyanto bertemu Presiden Jokowi yang saat itu menjadi Walikota Solo. Jabatan Dandim menjadi pintu masuk kedekatan Jenderal Agus dengan Jokowi yang belakangan di sebut menjadi salah satu faktor penunjang keberhasilannya meraih jabatan tertinggi di TNI

Presiden Jokowi melantik Jenderal Agus sebagai Panglima TNI pada Rabu (22/11) di Istana Negara Jakarta, meski hanya sebulan menjabat sebagai orang nomor satu di Matra Angkatan Darat sebagai Kasad.

“Demi Allah saya bersumpah akan setia kepada NKRI yang berdasar Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945, saya akan menjalankan peraturan perundang undangan yang berlaku demi Darma bakti saya kepada Nusa dan Bangsa,” demikian sebagian sumpah jabatanyang ucapkan Jenderal Agus Subiyanto saat pelantikan sebagai Panglima TNI yang dipimpin Presiden Jokowi.

Dalam beberapa kesempatan, Jenderal Agus memastikan dirinya adalah profesional dan eligible sehingga terpilih sebagai Panglima TNI. Untuk kepemimpinannya, Jenderal menjanjikan prajurit yang profesional, modern, integratif, adatif terhadap perubahan jaman.

Konsep ini menurut nya akan diterapkan penuh pada pembentuk prajurit drone. Sedangkan untuk menuju prajurit drone yang profesional diperlukan alutsista modern yang bisa di sesuaikan dengan kebutuhan jaman.

Di kesempatan lain, Jenderal Agus membatah keraguan masyarakat yang menganggap TNI tidak akan netral dalam Pemilu, “Kalau ada anggapan seperti itu boleh boleh saja, tapi kita terikat dengan sumpah prajurit, Sapta Marga, dan sudah ada undang undang yang mengatur supaya kita netral,” ujarnya beberapa waktu lalu. (***/SK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *