Poscyber_Pemerintah menyatakan saat ini potensi ancaman keamanan terhadap negara mengalami peningkatan. Karenanya, pemerintah telah memutuskan untuk menaikan anggaran pembelian alat perang (alutsista) TNI dari sebelumnya 20, 75 miliar dollar menjadi 25 miliar dollar.
Menteri keuangan, Sri Mulyani Indrawati kepada wartawan Rabu (29/11} mengatakan, penambahan anggaran hingga 5 miliar dolar ini tetap masuk ke pagu anggaran tahun 2020-2024. Sedangkan sumber anggaran penambahan pembelian alutsista TNI ini berasal dari pinjaman luar negeri.
“Untuk tahun 2020 – 2024 waktu itu sudah disetujui Bapak Presiden 20,75 miliar dolar Amerika Serikat (AS) untuk periode 2020-2024. Nah kemarin karena ada perubahan maka alokasi untuk 2024 menjadi 25 miliar dolar AS,” ujar mantan Direktur Bank Dunia tersebut.
Sri Mulyani menyebutkan, penambahan anggaran pertahanan karena adanya kebutuhan belanja alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Hal itu untuk mengantisipasi potensi ancaman dan peningkatan dinamika geopolitik luar negeri.
“Kebutuhannya memang disampaikan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menganggap kebutuhan sesuai kondisi alutsista. Dan kemudian ancaman serta peningkatan dinamika geopolitik dan geosecurity,” jelasnya.
Di sisi lain, lanjut Sri Mulyani, penambahan anggaran itu masih sesuai dengan rencana pemerintah dari sisi perencanaan penganggaran jangka panjang.
Dia menyebut, kesepakatan penambahan anggaran pertahanan diambil saat Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/11). Saat itu Sri Mulyani turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Menurutnya, dalam pertemuan tersebut juga disepakati dana untuk penambahan belanja Alutsista dari Pinjaman luar negeri.
“Pertemuan dengan Menhan membahas belanja alutsista dari pinjaman luar negeri. Diketahui Kemenhan anggarannya adalah anggaran di dalam daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) seperti hari ini. Namun Kemenhan ini ada alokasi yang cukup signifikan dari pinjaman luar negeri,” jelasnya.
Sebelumnya, Prabowo yang juga calon presiden (capres) nomor urut 2 melakukan pertemuan dengan Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor di hari pertama masa kampanye pada Selasa. Pertemuan berlangsung selama lebih dari dua jam. (***/SK)



















