Jakarta, Perayaan HUT ke-61 Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia tidak hanya diwarnai semangat olahraga dan kebersamaan, tetapi juga menghadirkan pesan kemanusiaan yang kuat melalui kegiatan Fun Run yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk peserta disabilitas. Momentum tersebut menjadi ruang refleksi tentang pentingnya membangun kepedulian sosial dan budaya inklusif di tengah kehidupan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Elia Erna Nurdiani turut terlibat aktif mendampingi peserta disabilitas pada kategori lari 5K. Kehadirannya di tengah lintasan bukan sekadar bentuk partisipasi seremonial, melainkan wujud nyata empati dan dukungan terhadap terciptanya ruang publik yang lebih ramah dan setara bagi semua kalangan.
Sejak pagi hari, suasana penuh semangat sudah terasa di area kegiatan. Para peserta dari berbagai usia dan latar belakang berkumpul dengan antusias mengikuti rangkaian Fun Run. Di tengah keramaian tersebut, perhatian Elia tertuju pada peserta disabilitas yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan keberanian.
Menurut Elia, kegiatan olahraga seperti Fun Run memiliki kekuatan besar dalam membangun rasa kebersamaan sekaligus membuka ruang interaksi sosial yang lebih inklusif.
“Fun Run ini bukan hanya soal olahraga atau mencapai garis finish. Ada nilai kebersamaan, kepedulian, dan penghargaan terhadap sesama yang sangat terasa. Ketika peserta disabilitas ikut terlibat dan mendapatkan dukungan yang sama, di situlah makna inklusivitas benar-benar hadir,” ujar Elia.
Ia menilai bahwa masyarakat perlu semakin terbiasa menghadirkan ruang yang terbuka bagi penyandang disabilitas, baik dalam kegiatan sosial, pendidikan, maupun aktivitas publik lainnya. Baginya, inklusivitas bukan hanya konsep, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan keberpihakan sosial.
“Kita sering berbicara tentang kesetaraan, tetapi implementasinya harus dimulai dari hal sederhana, seperti memastikan semua orang merasa diterima, dihargai, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi,” tambahnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, dosen Hairunnisa Br Sagala yang juga memberikan dukungan terhadap semangat kepedulian sosial dan inklusivitas dalam momentum HUT Lemhannas RI. Menurutnya, kegiatan yang melibatkan interaksi langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun nilai empati, terutama di lingkungan pendidikan.
Hairunnisa menyampaikan bahwa peran dosen saat ini tidak hanya terbatas pada kegiatan pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga bagaimana hadir di tengah masyarakat dan memberikan dampak sosial yang nyata.
“Dosen memiliki tanggung jawab moral untuk ikut membangun kesadaran sosial. Kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa empati harus terus dirawat melalui keterlibatan langsung dan aksi nyata,” ungkap Hairunnisa.
Selama kegiatan berlangsung, suasana hangat dan penuh solidaritas tampak menyelimuti lintasan Fun Run. Para peserta saling memberi semangat tanpa memandang keterbatasan fisik maupun latar belakang. Momen tersebut menjadi gambaran bahwa olahraga dapat menjadi media pemersatu yang menghadirkan nilai kemanusiaan dan kebersamaan.
Bagi Elia, pengalaman mendampingi peserta disabilitas memberikan pelajaran berharga tentang arti ketulusan, perjuangan, dan semangat hidup. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak pihak.
“Kadang dukungan sederhana seperti berjalan bersama atau mendengarkan mereka saja sudah memberikan energi positif yang besar. Saya berharap semakin banyak ruang publik dan kegiatan nasional yang benar-benar inklusif serta memberi tempat yang setara bagi teman-teman disabilitas,” tuturnya.
Momentum Fun Run HUT ke-61 Lemhannas RI ini sekaligus menjadi pengingat bahwa membangun bangsa tidak hanya dilakukan melalui gagasan besar, tetapi juga lewat tindakan kecil yang menghadirkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Semangat inklusivitas yang tumbuh dari kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus menciptakan lingkungan yang lebih terbuka, humanis, dan berkeadilan bagi semua.


















