Pengamat Militer : Perang Gaza Bisa di menangkan Hamas

PosCyber (Timur Tengah) – Hancurnya kota Gaza berikut 21.000 lebih warganya yang tewas, belum menghentikan optimisme banyak kalangan yang belakangan memprediksi kemenangan justru akan berada di tangan pejuang Palestina,Hamas.

Logika kemenangan Hamas atas tentara Israel ini karena sejarah perang dua negara ini dimulai dengan jebolnya pertahanan negara zionis Israel yang selama beberapa dekade telah bersusah payah membangun Iron Dome. Namun penangkis rudal itu tidak mampu menahan ribuan rudal yang di tembakan pejuang Hamas pada serangan pertama pada 7 Oktober tahun lalu.

Alhasil, 1000 lebih warga Israel harus meregang nyawa disusul dengan runtuhnya banyak bangunan di Tel Aviv.

Iron Dome adalah sistem pertahanan rudal udara Israel yang dapat bertahan melawan roket jarak pendek, mencegatnya di udara di atas negara tersebut.

Pengamat militer sekaligus kontributor Aljazeera, Richard Silverstein mengatakan, serangan perdana Hamas pada 7 Oktober begitu mengejutkan dunia. Sebab Iron Dome Israel yang di penuhi peralatan canggih dapat di tembus dengan mudah oleh Hamas.

“Setelah lebih dari satu tahun perencanaan dan pelatihan, 1.000 pejuang (Hamas) menerobos perisai pertahanan senilai miliaran dolar yang telah dibangun Israel dengan susah payah di sekitar Gaza selama lebih dari satu dekade,” katanya dikutip dari Middle East Eye, Minggu (7/1).

Richard menyimpulkan, Hamas hanya kelompok pejuang gerilya namun bisa memberangus pertahanan pasukan Israrel yang dikenal memiliki peralatan perang dengan tehnologi canggih. Sebab, Hamas lebih matang dalam pengawasan, perencanaan sekaligus memilih pertempuran dengan pola taktik medan perang yang berkerumun.

Kemampuan Hamas, lanjut Richard, yang pada awal bisa menghancurkan pertahanan Israel karena negara Zionis ini beranggapan keliru soal Hamas. Anggapan itu terutama soal asumsi bahwa Hamas lebih suka berkuasa di Kota Gaza daripada melalukan perang dengan Israel.

“Shin bet dan tentara Israel dengan sombongnya percaya bahwa Hamas lebih tertarik untuk mempertahankan kekuasaannya di Gaza ketimbang berperang. Mereka salah besar,” tegasnya.

Sementara itu, Israel menarik ribuan pasukannya keluar Gaza. Penarikan pasukan ini bahkan di umumkan secara resmi oleh juru bicara militer Israel Daniel Hagari pekan lalu.

Dikutip Aljazerra Selasa (2/1) lalu, Hagari menyebut panarikan ribuan pasukan Israel ini karena akan memasuki fase pertempuran baru.

Sementara sejumlah spekulasi lain menyebut, penarikan ribuan pasukan Israel ini karena tekanan sekutu dekat Israel, Amerika Serikat untuk memperkecil jumlah
korban sipil di Gaza.

Penarikan pasukan Israel ini hampir bersamaan dengan munculnya laporan Afrika Selatan kepada Mahkamah Internasional ( International Court Of Justice /ICJ). Laporan ini terkait upaya pembasmian etnis Palestina oleh Israel selama melakukan penyerangan ke jalur Gaza dalam tiga bulan terakhir. ((SK).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *