Kabupaten Bogor Jadi Basis Pemilih Terbesar, Ketua DPRD Ingatkan iklim kondusif dalam Pemilu

Pos Daerah17 Dilihat

PosCyber (Bogor) – Kabupaten Bogor menjadi basis pemilih terbesar untuk Kabupaten dan kota di Indonesia dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencapai 3,8 juta orang pada pemilu 2024. Ketua DPRD, Rudy Susmanto berharap semua element masyarakat ikut menjaga iklim kondusif selama pesta demokrasi berlangsung.

Politisi Gerindra ini menekankan pentinnya mempertahankan dan meningkatkan iklim kondusif di tengah masyarakat melalui kolaborasi semua elemen.

“(Dengan begitu) diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman dan damai, mengurangi potensi konflik selama proses pemilihan,” Ujar Rudy Selasa (9/1).

Dia menyebutkan, keberhasilan dalam membangun kerjasama dalam pemilu 2024 akan ber-efek pada kelancaran pemilu. Dengan begitu, pemilu akan memberikan hasil yang representatif dan sesuai aspirasi masyarakat.

Sesuai dengan realese KPUD Kabupaten Bogor pertengahan tahun 2023 lalu, dari DPT yang mencapai 3.889.441 untuk pemilu tahun 2024, ada tambahan pemilih baru sebesar 4.663 orang. Didalamnya sudah termasuk ada perbaikan daftar pemilih yang mencapai 93.136 orang. Sementara pemilih yang tidak memenuhi syarat 10.136 orang, pemilih dengan KTP non elektronik 45.579 orang

Menurut Rudy, kunci keberhasilan pemilu adalah tingkat partisipasi masyarakat dalam menggunakan haknya pilihnya dan langsung di tempat pemungutan suara.

Karena itu, Pemkab Bogor bisa membantu penyelenggara pemilu dalam hal meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2024 dengan mengedepankan netralitas.

Pemkab Bogor juga harus mampu memberikan edukasi kepada pemilih sekaligus menyediaan informasi yang jelas tentang pemilu. Dengan begitu akan meningkatkan kesadaran dan keterlibatan warga dalam menentukan masa depan politik mereka.

“kita juga harus menegakkan transparansi dan integritas dalam seluruh tahapan pemilihan. Pihak terkait, termasuk penyelenggara pemilu dan lembaga pengawas, diharapkan menjaga kejujuran, meminimalisir praktik curang, dan memberikan keyakinan kepada masyarakat terhadap integritas proses pemilihan,” papar dia.

Ditanya tentang luas dan kondisi geografi Kabupaten Bogor, Rudy menekankan pentingnya sarana dan prasarana memadai termasuk pemamfaatan tehnologi. Hal ini untuk menjamin penyelenggaraan pemilu yang efesien dan aman. Apalagi dengan sistem informasi canggih, maka bisa mengurangi resiko kesalahan selain mempercepat proses hitung suara.
.
“Butuh pelibatan secara aktif semua pihak terkait, seperti partai politik, pengawas pemilu, dan instansi terkait lainnya,” pungkas Rudy. (SK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *