PosCyber ( Inggris) – Pembasmian warga Gaza oleh tentara Israel yang belakangan menewaskan 21.000 orang lebih, dibarengi propaganda sejumlah pejabat negara Zinonis itu untuk mencari pembenaran.
Namun di Inggris, kampanye Israel yang menyatakan perlunya menghancurkan Infrastruktur kota berikut rakyat Palestina memunculkan reaksi keras.
Tidak kurang dari 100.000 warga Inggris sepakat mengusir duta besar Israel, Tzipi Hotovely setelah politisi sayap kanan Likud ini memberi pernyataan dukungan terhadap upaya pasukan IDF menyerang torowongan dalam kota Gaza berikut rumah sakit, masjid, Gereja dan fasilitas lain yang dituduh sebagai tempat persembunyian Hamas.
Hotovely bahkan menyamanakan perlunya pambasmian warga Gaza seperti pembasmian warga Tokyo di perang dunia II. Saat itu Amerika Serikat menghancurkan dua kota yakni Tokyo dan Hiroshima rata dengan tanah memakai bom nuklir.
“Apakah Anda punya solusi lain untuk menghancurkan kota terowongan bawah tanah? Ini adalah tempat di mana para pejuang bersembunyi, tempat mereka menyimpan semua amunisinya,” kata Hotovely pekan lalu.
Komentar ini diucapkan setelah pembawa acara radio Inggris bertanya apakah dia mendukung “penghancuran seluruh Gaza, setiap bangunan di dalamnya?”
Terkait tuduhan Isarel yang menyebut adanya akses terowongan dengan lima rumah sakit di Gaza, laporan investigasi The Washington Post yang diterbitkan pada 21 Desember 2023 menjadi bantahan.
Laporan salah satu media terbesar di Amerika Serikat ini menyebut, tidak ada bukti bahwa terowongan tersebut dapat diakses dari bangsal rumah sakit.
Sebelumnya juru bicara militer Israel, Daniel Hagari mengatakan lima bangunan rumah sakit terlibat langsung dalam kegiatan Hamas dan bangunan tersebut berada di atas terowongan bawah tanah.
Untuk diketahui, akumulasi suara warga
Inggris yang berujung pada kesepakatan untuk mengusir Hotovely terkumpul melalui petisi yang di realese sebulan lalu melalui petisi Change.Org.
Dikutip Aljazeera, Petisi ini tidak disimpulkan sebagai upaya menentang Israel atau rakyatnya, namun menentang tindakan yang berpotensi membayakan tatanan masyarakat.
Berikut beberapa pernyataan Tzipi Hotovely ang dipersoalkam warga Inggris lewat petisi :
▪︎ Mengutip Dale di Radio LBC, Hotovely mengklaim bahwa semua masjid dan sekolah di Jalur Gaza memiliki akses ke terowongan, menekankan perlunya menghancurkan terowongan tersebut dan infrastruktur terkait.
▪︎“Saya pikir untuk memperjelas, Palestina menolak setiap kali mereka ditawari untuk memiliki negara sendiri sejak tahun 1948. Mereka ingin menggantikan negara Yahudi. Mereka tidak ingin memiliki negara setelah Israel. Mereka ingin menggantikan Israel dan ini adalah bagian dari masalahnya,”
▪︎“Ada sesuatu yang sangat aneh dalam sistem Israel dimana para menteri dapat mengatakan apa pun yang mereka inginkan sebagai bagian dari kebebasan berbicara kami, namun kebijakan kami saat ini dibuat oleh Perang Kabinet. Dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Jalur Gaza harus disingkirkan. melalui dua hal penting demi masa depan yang lebih baik bagi kita dan rakyat Palestina. Yang pertama adalah demiliterisasi Jalur Gaza. Yang kedua adalah deradikalisasi sistem pendidikan di sekolah-sekolah Palestina,” seraya mengatakan, sekolah, anak-anak Palestina diajarkan bahwa mereka boleh membunuh orang Yahudi.
▪︎”Saya benar-benar ingin menyebutkan fakta bahwa Gaza memiliki kota terowongan bawah tanah dan untuk mencapai kota terowongan bawah tanah ini, wilayah tersebut harus dihancurkan”
▪︎“Dan salah satu hal yang kami temukan setelah masuk ke wilayah di Gaza adalah kami mencoba menemukan semua terowongan dan kota metro bawah tanah yang dibangun Hamas berkat dukungan besar dari Iran, Qatar, atas kemurahan hati komunitas internasional, semuanya. berubah menjadi kota teroris yang mengerikan. Salah satu hal yang kami sadari adalah setiap sekolah, setiap masjid, setiap rumah memiliki akses ke terowongan ini.” (**/SK).



















