Tiga Bulan Bertempur Di Gaza, Ribuan Tentara Israel Cacat dan Sakit Mental

Poscyber (Timur Tengah) – Sebuah situs berita Ibrani, Walla me-realese kondisi terkini setelah tentara Israel IDF perang melawan Hamas sekaligus menghancurkan kota Gaza Palestina dalam tiga bulan terakhir.

Dikutip Anadolu agency Minggu (14/1), Israel yang didukung senjata canggih dianggap melakukan perang yang tidak seimbang dengan Hamas. Namun di laman walla justru menyebut ada 4000 pasukan Israel mengalami cacat permanen sejak awal serangan di Jalur Gaza pada Oktober 2023 lalu. Angka ini diperkirakan meningkat hingga ke 30.000.

“Negara ini bersiap menerima sejumlah besar tentara Israel yang cacat, dan setelah 100 hari perang, sekitar 4.000 tentara menderita cacat,” tulis situs berita , Walla

Walla menyebut IDF masuk ke konflik yang tidak pernah dialami sebelumnya sejak serangan Hamas 7 Oktober 2023. Dan diketahui, pertempuran di Gaza telah menyebabkan ribuan prajurit IDF luka parah.

Anadolu juga memastkan, Israel tidak memberikan semua data tentara yang luka. Hal itu dikhawatirkan berpengaruh buruk pada moral masyarakat.

Perlu diketahui, serangan Israel yang tanpa henti di Jalur Gaza telah menewaskan hampir 24.000 warga setempat. Bombardir Gaza bahkan membuat warga Palestina di Gaza kehilangan akses terhadap makanan dan air bersih, begitu juga telekomunikasi yang terputus. Belum lagi bangunan dan tempat tinggal yang rata dengan tanah.

“Saat ini, sekitar 4.000 tentara (penyandang disabilitas) telah diakui menurut klasifikasi 3, artinya mereka berhak atas semua perlakuan dan hak yang dinikmati oleh penyandang disabilitas di tentara Israel tanpa diakui secara resmi dengan cara ini,” kata Walla.

Laporan tersebut mencatat bahwa gaji diberikan kepada tentara yang terluka dan perawatan mereka tanpa perlu membuktikan apa pun. Selain itu proses rehabilitasi akan segera dimulai untuk mengintegrasikan mereka kembali ke dalam kehidupan.

Situs tersebut mengutip Idan Kaliman, ketua Organisasi Penyandang Disabilitas Angkatan Pertahanan Israel, mengatakan: “Saya telah berada di organisasi tersebut selama 30 tahun, dan saya belum pernah bertemu dengan orang-orang yang terluka parah sebanyak ini. Ada banyak yang terluka dengan luka parah. Anggota tubuh yang diamputasi, kebutaan, atau kelumpuhan.”

Tentara Israel mengumumkan wajib militer 360.000 tentara cadangan dalam perang yang sedang berlangsung melawan Hamas Jalur Gaza sejak 7 Oktober, sementara operasi darat dimulai pada 27 Oktober.

Tentara Israel Kena Mental
Sebelumnya dilaporkan sebanyak 2.000 tentara Israel telah menerima bantuan psikologis sejak pecahnya perang pada 7 Oktober.

Dari total tersebut, sekitar 200 tentara menerima bantuan psikologis selama tiga minggu pertama serangan darat di Jalur Gaza pada 27 Oktober.

“Antara 75% hingga 80% dari 2.000 tentara ini, yang diklasifikasikan terluka dalam pertempuran, telah berhasil kembali ke unit mereka di lapangan,” kata Otoritas Penyiaran Israel dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Anadolu Agency.

“Sebagai bagian dari perawatan psikologis yang ditentukan oleh otoritas medis tentara, disarankan untuk mengintegrasikan kembali tentara yang terkena dampak psikologis ke dalam aktivitas sesegera mungkin,” tambah penyiar tersebut.

Tentara Israel mendirikan dua pusat kesehatan mental di bagian selatan negara tersebut. Selain itu, hotline telah diluncurkan, menyediakan akses ke psikolog dan psikiater untuk mendapatkan dukungan. (**/SK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *