Hikmahanto Juwana : Kita Perlu Kata Kata kuat Untuk Pengaruhi Dunia Soal Israel

Pos Nasional18 Dilihat

Poscyber (Jakarta) -Pakar Hukum Internasional, Hikmahanto Juwana salah satu ahli yang diminta Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi untuk memberi masukan. Menlu dalam banyak kesempatan menyebut, Indonesia akan menyampaikan pendapat hukum (opinion advisory) di majelis umum PBB untuk memperkuat guguatan Afrika Selatan (Afsel) terhadap Israel dengan tuduhan genosida terhadap 21.000 lebih warga Gaza. Gugatan ini sebelumnya telah disidangkan di Mahkamah Internasional (International Court Of Justice /ICJ) pada 11 dan 12 Januari lalu.

Diakui Hikmahanto, dirinya telah memberikan pemikiran terbaik sekaligus masukan yang paling prinsip untuk Menlu agar opinion advisory benar benar bisa mempengaruhi keputusan dunia terkait Israel lewat lembaga PBB.

Lalu bagaimana guru besar hukum International. universitas Indonesia itu melihat efekfivitas opinion advisory sebagai alternatif Indonesia membantu Palestina, berikut wawancara Saiful Kurnia dari PosCyber.com dengan pria jebolan universitas Nottingham tersebut,

Bagaimana anda melihat peluang opinion advisory bisa menjadi kesempatan Indonesia membantu Palestina?

Hikmahanto : Opinion advisory itu sebenarnya tidak terlalu kuat karena itu sebenarnya hanya fatwa ke organ PBB dan organnya khan majelis umum PBB, kita diminta masukan saja.

Tapi yang selalu saya katakan meski tidak terlalu kuat, tapi kepada ibu Menlu saya berharap bisa membuat pidato yang menggelegar, dan kita sudah berikan masukan nanti ibu menlu yang menentukan poinnya.

Kalau bicara poin poin yang akan disampaikan Ibu Menlu, Arahnya kemana ?

Hikmahanto : Poinnya bahwa okupasi Israel di Palestina itu ilegal dan kebijakan kebijakan yang dilakukan Israel itu tidak memiliki konsekuensi hukum untuk rakyat Palestina.

Apa yang mendasari Indonesia untuk membuat opinion advisory, kalau kita sendiri merasa itu tidak kuat ?

Hikmahanto ; yang pertama jelas Indonesia ikut kesepakatan sekaligus bertanggung jawab atas ketertiban dunia.

Lalu yang kedua Indonesia yang memunculkan resolusi majelis umum PBB untuk bertanya pada makamah internasional. Dan yang ketiga ini bentuk kepedulian Indonesia kepada rakyat Palestina. Walaupun akhirnya tidak ada dampak signifikan paling tidak kita berupaya ya, iktiar.

Ketika kita bicara itu tidak bisa menjadi jaminan akan kuat di dunia Internasional, apakah itu karena kita masih negara berkembang atau bagaimana ?

Hokmahanto : Karena didunia (Internasional ) ini yang kuat itu yang menang. Kalau negara bekembang ga kuat tapi kalau Israel karena dibelakangnya Amerika serikat dia kuat maka dia yang menang.

Apa karena kita negara non blok ?

Hikmahanto : Ga ada hubungan kita non blok atau tidak. Kalau pun misal kita berafiliasi dengan Rusia maukah rusia menggunakan senjata melawan Amerika serikat, bisa perang dunia kita.

Jadi masalahnya adalah yang kuat yang menang dan negara kita tidak kuat. Tapi dengan kata kata kita ingin mempengaruhi dunia. Yang penting kata kata yang kuat

Kita ingat ya waktu Bung Karno membuat pidato pledoi Indonesia menggugat pada tahum 1930 itu akhirnya tahun 1945 merdeka. Itu karena kata kata yang kuat yang berwibawa itu yang penting bukan resolusi itu tidak penting, kita tahulah dunia ini bertumpu pada yang kuat itu yang menang.

Kita tahu degan kata kata yang kuat akan bisa menghentak dunia. Kita tidak berharap apa apa lagi kecuali nanti Ibu Menlu bisa memberikan kata kata yang menghentak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *