BNPP Targetkan Pengembangan PLBN dan Infrastruktur Pendukung Di Kabupaten Sambas Kalbar

Pos Nasional26 Dilihat

Poscyber (Sambas) – Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) targetkan pengembangan Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar) menjadi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu. Harapannya, PLBN Temajuk menjadi salah satu PLBN Baru yang bisa mendukung potensi ekonomi dan pariwisata yang mulai bergeliat dikawasan itu.

Berdasarkan data Bappeda Kabupaten Sambas, dengan status PLB kawasan ini mencatatkan total perdagangan lintas batas dengan transaksi Rp16.824.322.200 pada tahun 2022. Angka tersebut naik mencapai Rp21.290.914.999 pada tahun 2023.

Semetara untuk potensi perikanan Kabupaten Sambas pada komoditas perikanan laut tercatat mampu produksi 21.436,26 ton per tahun dan perairan umum 400,40 ton per tahun dengan jumlah nelayan mencapai 11.000 orang.

Komitmen BNPP untuk target pengembangan Temajuk disampaikan Deputi Pengelolaan Kawasan dan Perbatsan (PKP) Irjen Makhruzi Rahman saat melakukan rapat monitoring dan evaluasi dengan pejabat struktural di Kabupaten Sambas, Kalbar Kamis (18/1) lalu.

Rapat monitoring dan evaluasi yang berlangsung di kantor Bupati Sambas itu dilakukan setelah berakhirnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Pada Kawasan Perbatasan Negara Di Aruk.

Dalam rapat tersebut, selain menerima aspirasi pengembangan PLB Temajuk menjadi PLBN yang baru, Makhruzi Rahman juga mendapat masukan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sambas, untuk melakukan peningkatan ruas jalan paralel di Desa Temajuk yang menghubungkan Malaysia sekaligus pembangunan pelabuhan daratan (dryport) ekspor-impor Aruk.

Sebab pembangunan dua infrastruktur itu akan membawa pengaruh positif pada pengembangan ekonomi dan pariwisata, sehingga bisa mendongkrak pendapatan masyarakat diperbatasan.

“Potensi Kabupaten Sambas, sudah sangat banyak mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan dan pariwisata bisa dimanfaatkan sehingga membawa pengaruh pada peningkatan kesejahteraan warga,” kata Makhruzi Rahman mengomentari aspirasi Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas tersebut.

Karena itu, Makhruzi mengatakan segera menyiapkan langkah agar pembangunan PLBN Temajuk bisa dimulai pada Tahun 2025.

“Untuk pembangunan PLBN, sepulang dari sini kita akan segera membentuk Kelompok Kerja (Pokja), merancang konsep Inpres sebagai format yuridisnya. Semoga Tahun 2025, Insyaallah bisa direalisasikan pembangunannya,” jelas Makhruzi didampingi Kelompok Ahli BNPP, Hamidin dan Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas, Fery Madagaskar.

Data Bappeda Sambas juga menyebutkan, tiga potensi pertanian terbesar Kabupaten Sambas terbesar adalah Padi dengan luas lahan 97,038,62 hektare (ha) dengan produksi 176.541 ton dan produktivitas 2,79 ton/ha.

Lahan kelapa sawit tercatat 129.539 ha dengan produksi 376.618 ton. Nilai tambah dari komoditas sawit adalah berdirinya 21 perusahan sawit dan 6 pabrik kelapa sawit. Sedangkan sawit rakyat tercatat 34.002 ton.

Selanjutnya, lahan komoditas buah naga tercatat 524,1 ha mampu produksi 13.791 ton dengan produktivitas 30,36 ton per hektare.

“Untuk potensi pariwisata pada libur lebaran Idulfitri 2023 tercatat 27.598 kunjungan dan libur Natal dan Tahun Baru 2023 mencapai 11.527 kunjungan. Banyak wisatawan datang dari Malaysia terutama dari Kuching,” jelas Kepala Bappeda Kabupaten Sambas,Yudi. (Imo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *