Menelisik Bisnis Rokok Sin yang Buat selebriti Solmed Punya rumah Rp 80 Miliar

Pos Nasional54 Dilihat

PosCyber (Bogor) – Rumah Selebriti Sholeh Mahmoed Nasution atau Solmed yang belakangan viral karena dibangun dengan uang Rp 80 miliar, membuat masyarakat semakin penasaran.

Sebab dalam sebuah wawancara dikanal You tube, pria 40 tahun yang dikenal sebagai penceramah ini menyebut brand rokok Sin sebagai penopang keuangannya. Solmed mengaku telah berbisnis roko Sin setidaknya dalam empat tahun terakhir sejak tahun 2020. Melalui bisnis roko asal kota Malang itu, dirinya bisa mengumpulkan pundi pundi uang sampai bisa membeli rumah mewah.

Keterangan Solmed menyebut, dirinya diberi amanah oleh pendiri sekaligus pemilik rokok Sin KH Raden Abdul Malik untuk memasarkan rokok Sin. Belum terungkap, apa Solmed sebagai distributor atau dengan status yang lain.

Namun kalau Solmed diposisi distributor memang Solmed akan memegang pemasaran semua merek rokok Sin baik yang dijual konvensional atau dengan penjualan sistem berjenjang (multi level marketing/MLM). Kalau distributor, Solmed punya peluang meraih omset miliaran, meski tergantung pada tehnik dan cara memasarkan atau seberapa luas pasar yang bisa dijangkau.

Sebagai perbandingan, produsen rokok Sin telah menempatkan Kabupaten Bogor sebagai salah satu pusat penjualan atau Distributor. Sementara dua kota lain yang sebelumnya telah menjadi distributor besar rokok yang di klaim sebagai rokok kesehatan ini adalah, kota Jakarta dan kota Bandung.

Untuk Kabupaten Bogor dan kota lain, model pemasaran rokok Sin bukan pemasaran konvensional dengan menonjolkan iklan produk dalam skala masif. Cara jual rokok sin lebih kepada tehnik pencerahan terhadap kebutuhan sehat melalui rokok, khususnya untuk siapapun yang ada keluhan penyakit.

Sejumlah keterangan menyebut, KH Raden Abdul Malik sendiri memulai produksi rokok sin karena ingin berihtiar untuk menyembuhkan penyakit. Tak heran jika belakangan rokok sin disebut rokok herbal sebab bahan baku rokok ini dibuat dari rempah yang diracik khusus. Sedangkan beberapa varian disebut bisa menyembuhkan penyakit batuk atau penyakit lain.

Sejumlah konsumen mengakui khasiat rokok sin. Dan berawal dari mulut ke mulut, penjualan rokok sin terus berkembang. Khususnya Bogor, distrubusi Rokok sin telah merambah ke ratusan titik diwilayah barat timur selatan dan utara Kabupaten Bogor dalam lima tahun terakhir

Rokok sin telah menempatkan posisinya di stigma positif, hampir disemua kalangan.”Saya fanatik sekali dengan rokok sin karena misalnya saya pake roko kujang mas, saya yang tadinya batuk bisa hilang setelah merokok kujang mas,” ujar salah satu wartawan di Kabupaten Bogor, Effendi Tobing

Saat ini setidaknya ada 17 varian rokok sin yang dijual konvensional atau MLM. Dari harga Rp 17.500 per bungkus, rokok sin tertinggi dijual Rp 57.000 perbungkus.

Sementara salah satu karyawan di kantor distributor rokok Sin Kabupaten Bogor menyebutkan, saat ini penjualan rokok sin perbulan telah mencapai 90 hingga 100 ribu bungkus dengan omset mencapai Rp 1,7 miliar.

“Itu kotor ya jadi belum di bilang hasil bersih,” ujar karyawan yang namanya enggan
di sebut. (SK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *