PosCyber, (Semarang) – Universitas Katolik (Unika) Semarang enggan berkomentar apapun setelah Polisi memberi pernyataan terkait permintaan testimoni untuk Presiden Jokowi.
Dalam keterangannya kepada Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengakui ada permintaan dari polisi agar Rektor Unika membuat testimoni untuk Jokowi.
‘Maka dibutuhkan kolaboratif atau kolaborasi partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk juga kepada sivitas akademika,” kata Trunoyudo kepada wartawan di Mabes Polri, Rabu (7/2)
Pemintaan testimoni itu, kata Trunijoyo, hanya untuk pemeliharaan keamanan menjelang pemilu 2024.
Sementara Publick Realtion Unika Soegijapranata Semarang, Glyceria chrisya mengatakan, apa yang disampaikan Rektor Unika terkait permintaan testimoni oleh Polisi telah cukup.
“Sehingga kami tidak menerima pertanyaan maupun wawancara dalam bentuk apapun, semoga bisa dimengerti, ” ujar Gkyceria kepada PosCyber Kamis (8/2) l.
Sebelumya, Rektor Unika Semarang, Ferdinandus Hindarto, mengaku diminta seseorang yang mengaku polisi untuk membuat testimoni video mengapresiasi kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Polda Jateng pun mengakui bahwa pihaknya meminta para tokoh untuk membuat video soal pemilu damai. Bukan testimoni untuk mengapresiasi kinerja Jokowi.
Mencuatnya kabar penolakan unika untuk membuat testimoni Jokowi setelah sejumlah civitas menyampaikan pernyataan sikap dan kritik atas sejumlah kebijakan Jokowi khusus soal politik Dinasti dan keberpihakannya terhadap salah satu calon presiden.
Sejumlah civitas ini menyampaikan sejumlah tuntutan. Adapun civitas yang menyampaikan pernyataan sikap antara lain Universitas Islam Indonesia (UII) Yogjakarta, UGM Yogjakarta dab UI Depok Jawa Barat. (IMO/SK)


















