Ini Waktu Pas Untuk Sarapan

Pos Kuliner31 Dilihat

Poscyber.Com (Jakarta) – Herbalis dr Zaidul Akbar menyatakan, selama ini ada salah persepsi ditengah masyarakat. Soal waktu sarapan, zaidul menyebut bukan jam bukan di jam 6, 7, ataupun 8

Ironisnya, s<span;>arapan kadang dikonsumsi dalam jumlah banyak dengan tujuan agar mendapat energi yang cukup hingga sore nanti

Namun ternyata waktu sarapan yang terbaik bukanlah di jam 6 hingga 8.  Walaupun terdengar sepele, persoalan waktu sarapan ini ternyata punya pengaruh besar bagi kesehatan.

Pasalnya, waktu makan ini berkaitan erat dengan kinerja organ tubuh manusia.
Termasuk juga persoalan porsi makan, itu punya pengaruh besar terhadap jalannya pencernaan.

Menurut dr Zaidul Akbar, jika ingin sarapan, maka sebaiknya dilakukan sebelum subuh atau di waktu sahur.

“Kalau Anda pengen tetap makan (sarapan) maka makannya sebelum subuh,” ujar dr Zaidul Akbar.

dr Zaidul Akbar mengungkapkan bahwa selama ini banyak yang keliru karena makan sarapan di waktu yang salah.
<span;>Adapun waktu terbaik untuk makan adalah ketika hormon lapar sedang tinggi.

“Makan terbaik kapan, makan terbaik itu waktu hormon laparnya lagi tinggi-tingginya kapan, siang,” ungkap dr Zaidul Akbar.

Oleh karena itulah sebenarnya sarapan di jam 6 hinga 8 pagi itu kurang tepat karena hormon laparnya sedang rendah.

“Jadi challengenya gimana, caranya begitu nanti. Jadi jam 7 sampai jam 8 pagi temen-temen sekalian saat ini, di jam ini, hormon lapar kita lagi rendah-rendahnya,” kata dr Zaidul Akbar.

“Hormon lapar ya, namanya ghrelin artinya kalau Anda makan pada jam tujuh atau jam delapan bukan merupakan waktu yang tepat untuk makan. Kalau Anda pengen tetap makan maka makannya sebelum subuh,” lanjutnya.

Menurut dr Zaidul Akbar, waktu terbaik untuk sarapan sebenarnya adalah di waktu sahur. Namun tetap jangan berlebihan porsinya dan utamakan asupan gizinya.

“Islam mengajarkan namanya apa sahur, itu makan yang paling baik, bukan paling baik, itu makan yang terbaik untuk saat itu gitu kan,” terang dr Zaidul Akbar.

“Apa yang dimakan, ini yang kita perlu pahami. Zaman sekarang banyak orang enggak ngerti apa yang dimakan,” lanjutnya.(**/sk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *