Akumulasi Dana Desa Rp 335 Triliun, DPR Menduga Masih Ada Kebocoran

Pos Pendidikan25 Dilihat

Poscyber -Wakil Ketua DPR, Ridwan Bae menduga masih ada sejumlah masalah yang membuat Dana Desa belum optimal meski dalam lima tahun terakhir angkanya mencapai Rp 335 Triliun. salah satunya dugaan kebocoran.

Dalam rapat kerja dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar Selasa (28/11), Ridwan Bae menyebut salah satu sumber kebocoran karena untuk mencairkan Dana Desa, seringkali Kepala Desa harus memberikan sejumlah dana. “Konon kabarnya ya, saya tidak boleh menuduh,” ujar Ridwan

Dalam rapat tersebut Ridwan sempat menegur Menteri Abdul Halim Iskandar sebab setelah lima tahun dana desa di gulirkan pembangunan desa belum optimal.
“Masa uang Rp 335 triliun itu desa kita masih seperti itu adanya, masih biasa-biasa saja,” katanya

Politikus Partai Golkar itu mengaku heran karena hanya melihat sedikit saja perkembangan yang dialami oleh desa di Indonesia. Menurut dia, perkembangan yang nampak hanya pada sektor infrastruktur jalan dan belum ada yang signifikan.

“Kalaupun ada perubahan yang kecil-kecil aja, seperti jalan desa itu, kalau di pulau-pulau ada paving-paving block, ini perlu dicermati betul,” kata dia.

Menurutnya, , setiap tahun rata-rata pemerintah menganggarkan untuk Dana Desa sebanyak Rp 71 triliun. Sehingga dalam 5 tahun, total dana desa yang sudah tersalurkan sebanyak Rp 335 triliun..
Seusai rapat, Abdul Halim kepada wartawan menyangkal bahwa Dana Desa belum memberikan dampak terhadap pembangunan Desa. Sebab jika diamati lebih seksama perkembangan di desa-desa Indonesia cukup signifikan. “Sebenarnya kalau diukur dari kondisi sebelumnya, sebenarnya sangat signifikan,” kata dia.

Selain itu, lanjutnya, progres pembangunan desa di Indonesia juga bisa dibandingkan dengan negara lain di Asean. Dia bilang Dana Desa di Indonesia adalah yang paling besar dibandingkan negara Asean lainnya.

“Kita punya namanya Asean Village Network, jadi desa desa Asean kita bangun jejaring. Itu dana desanya yang paling besar Indonesia, Indonesia bisa cerita banyak, mereka pada bengong,” jelasnya. (***/SK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *