Bencana Kesehatan Dan Kelaparan Ancam Warga Gaza

PosCyber ( Timur Tengah) – Kondisi warga Gaza telah masukfase paling kritis, setelah pasukan penjajah Israel membombardir, melakukan invasi darat dan menyerang warga sipil dalam tiga bulan terakhir.

Israel yang oleh Afrika Selatan disebut melakukan pembasmian etnis Pelestina (Genosida), meninggalkan kepiluan bagi warga Gaza yang masih hidup. Hal ini karena hampir semua fasilitas layanan publik di Gaza seperti rumah sakit telah hancur. Di sisi lain, jutaan warga Gaza harus bertahan hidup tanpa rumah tinggal dan kekurangan pangan.

Israel dalam banyak kesempatan berhasil memblokade bantuan pangan untuk warga Gaza, khususnya mobilisasi bantuan yang melintas di jalur Rafah, perbatasan Mesir Israel.

Di kutip CNN, kepala bantuan darurat PBB Martin Griffiths mengungkap, warga Gaza terancam kelaparan karena fase terburuk terkait kerawanan pangan dikawasan itu masul ke level paling tinggi

Tingginya eskalasi serangan Israel ke jalur Gaza membuat wilayah ini tidak bisa menghasilkan apapun termasuk bahan pangan.

Griffiths menyebut, Gaza telah menjadi tempat kematian dan keputusasaan. Sebab 21.000 ribu lebih warga Gaza tewas karena peluru dan bom Israel. Sementara keterbatasan rumah sakit dan minimnya tenaga medis membuat ribuan warga yang terluka karena tembakan dan letusan bom tidak tertangani atau mendapat perawatan.

“Harapan tidak pernah sesulit ini,” kata Griffiths

Dia mengatakan, acaman kelaparan yang menghantui warga Gaza masih akan diperparah dengan bencana kesehatan karena penyakit menular. Dua hal penyebabnya, penampungan yang terlalu kecil dan sempit untuk jutaan warga Gaza yang mengungsi. Sedangkan fasilitas di penampungan sangat minim hingga air selokan yang meluap.

UNICEF memastikan, anak-anak Gaza menghadapi risiko tinggi kekurangan gizi karena meningkatnya kondisi kelaparan. Disituasi yang terus memburuk ada 180 wanita Gaza yang melahirkan bayinya.

“Gaza menjadi tidak bisa dihuni. Rakyatnya setiap hari menyaksikan ancaman terhadap keberadaan mereka, sementara dunia terus menyaksikannya,” kata Griffiths dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA).

Puluhan ribu warga Palestina telah tewas sejak Israel melancarkan perang terhadap Hamas di Gaza

Menurut Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas, 1,9 juta warga telah  mengungsi  sejak awal perang.

Griffiths mendesak semua pihak untuk memenuhi semua kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional, termasuk melindungi warga sipil dan memenuhi kebutuhan penting mereka, dan segera membebaskan semua sandera.

Dia berharap, komunitas internasional harus menggunakan semua pengaruhnya untuk mewujudkan kondisi normal.

“Kami terus menuntut diakhirinya perang, tidak hanya bagi masyarakat Gaza dan negara-negara tetangganya yang terancam, namun juga bagi generasi mendatang yang tidak akan pernah melupakan 90 hari neraka dan serangan terhadap prinsip-prinsip dasar kemanusiaan. ” ujarnya. (Sk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *