Poscyber_Saham PT Unilever Indonesia Tbk cenderung mengalami koreksi. Sebulan terakhir, kinerja saham perusaahan berkode UNVR di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) itu bahkan anjlok hingga 11,31 Persen.
Penurunan saham Unilever mengikuti isu Boikot produknya yang dianggap terafiliasi dengan Israel. Sedangkan sejumlah produk Unilever yang selama banyak di pake konsumen tanah air antara lain, Lux, Duve, sunslik, Pepsodent, Rexona , clear, vaselin, Rinso, Molto dan masih banyak lainnya.
Dalam sepakan Minggu lalu saham Unilever alami kecenderungan pelemahan. Koreksi saham Unilever bahkan terlihat di penutupan sesi dua perdagangan Jum’at (24/11). Meski di buka menguat, saham Unilever akhirnya letoy dan ditutup melemah 0,28 persen di posisi 3.530.
Saham Unilever bahkan sempat hinggap di posisi terendah di level 3.430. Hal ini karena saham Unilever terus mengalami koreksi di sebulan terakhir dengan rata rata penurunan satu persen. Akumulasinya, saham Unilever jatuh hingga 11, 31 Persen.
Di laman keterbukaan informasi BEI, di kutip Republika, Unilever justru akan membagikan deviden interim Rp 64 per saham. Seperti dalam surat Unilever no 06/UNVR/XI/2023, management menyampaikan ke BEI total dana dividen interim ini mencapai Rp 2,4 triliun. Surat tersebut di tanda tangani Sekretaris perusahaan Unilever,Nurdiana Darus.
Deviden interim adalah diveden sementara yang akan di bayarkan sebelum penetapan laba perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). (**/SK)



















