Dua Capres unggul di Bagian Timur Jawa, seperti ini peta dukungannya..

Pos Politik17 Dilihat

PosCyber (Jatim) – Capres Prabowo Subianto di untungkan memilih Gibran Rakabumingraka sebagai Cawapres. Untuk masyarakat bawah di jawa Timur, Gibran di nilai sebagai duplikat Jokowi yang dalam 10 tahun terakhir di anggap berhasil menjadi pemimpin.

Kolaborasi Prabowo-Gibran juga diunggulkan di Banyuwangi bagian selatan, sebab Menteri Pertahanan ini tiga kali mencalonkan diri sebagai Cawapres dan Capres. Pencalonan tersebut bagian dari marketing politik yang dianggap berhasil memberikan kontribusi untuk Pilpres 2024, sebab nama Prabowo sudah dikenal masyarakat.

“Kulo ngeh milih yogane Jokowi mawon (saya pilih anak Jokowi saja),” ujar salah satu warga Banyuwangi, Misni Halimah kepada PosCyber Kamis (11/1).

Menurut beberapa warga di Kabupaten paling timur pulau Jawa itu, debat capres ke 3 pada Minggu (7/1) lalu tidak punya pengaruh apapun terhadap pemilih khususnya untuk kelompok manula. Yang terjadi, pada kelompok ini justru ada empati dan rasa kasian, sebab dalam debat tersebut Prabowo tersudut dengan serangan dari capres lain.

“Kalau debat hanya bisa di cerna oleh kalangan menengah ke atas dan bisa mempengaruhi pada pilihan, tapi kalau di kalangan Ibu ibu atau bapak bapak yang pola fikirnya terbatas justru merasa kasian kepada Prabowo karena di anggapnya di dzolimi,” ujar Bambang, salah satu pensiunan ASN di Banyuwangi.

Dia mengakui belum punya pilihan untuk Pilpres 2024. Namun sepengetahuannya, dipilihnya Gibran sebagai Cawapres menguntungkan Prabowo apalagi dalam tiga kali pencalonan sebagai Presiden, Mantan Danjen Kopasus itu secara tidak langsung telah berhasil dalam penetrasi politik di masyarakat tidak terkecuali masyarakat paling bawah.

Berbeda dengan bagian selatan, pasangan Anis Baswedan- Muhaimin Iskandar masih di unggulkan untuk bisa jadi pasangan Presiden dan wakil Presiden tahun 2024 di Jawa Timur bagian utara khususnya wilayah Situbondo dan sekitarnya.

Basis suara tergalang salah satunya karena dukungan Kyai Moh. Kholil As’ad pimpinan salah satu pondok pesantren terbesar di Situbondo kepada pasangan Anis-Muhaimin.

Sejumlah keterangan kepada PosCyber menyebutkan, Kyai Kholil bahkan bisa merangkul Kyai Raden Zaim pimpinan pondok pesatren Salafiah untuk memberi dukungan pada pasangan Capres-Cawapres nomor 1 tersebut. Meski pada pemilu pemilu sebelumnya, dua ulama besar ini lebih banyak beda pilihan.

“Dua ulama kharismatik ini menyatu kalau biasanya beda pilihan, saya bisa bayangkan berapa ribu orang yang bisa ditarik untuk satu dukungan kalau beliau sudah menentukan pilihan, ” ujar salah satu tokoh dan pengajar di Situbondo, Ustadi

Menurutnya, tradisi santri dan warga NU masih lekat di masyarakat Situbondo yang mayoritas bersuku Madura. Tradisi ini berwujud kepatuhan warga dan kaum santri kepada Kyai. “Dan itu akan berlaku termasuk kalau seorang kyai menentukan pilihan calon Presiden atau calon pimpinan lain,” jelasnya.

Apalagi, lanjut Ustadi, yang mendorong Muhaimin Iskandar sebagai wakil Anis adalah Kyai Kholil. Sehingga semakin jelas,dukungan tersebut akan mengarah pada pasangan Capres Cawapres yang di usung tiga Partai tersebut. ( SK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *