PosCyber (Bogor) – Harga beras melonjak setidaknya dalam sepekan ini. Kenaikan harga makanan pokok itu terjadi meski belakangan Bantuan Sosial (Bansos) yang diberikan Pemerintah distop hingga tanggal 14 Februari mendatang.
Sebelumnya spkulasi yang beredar menyebut, kenaikan harga beras akibat menipisnya stock beras nasional yang dipakai untuk penyaluran Bansos. Kenaikan beras sendiri disinyalir akibat kelangkaan beras.
Penulusuran Poacyber.com, kenaikan harga beras terjadi disemua varian. Kenaikan bervariasi antara Rp 1000 per kilogram hingga Rp 3000 per kilogram.
Ditingkat pengecer, kanaikan beras jenis perak mencapai Rp 3000 per kilogram. Sebelumnya beras dengan kualitas paling rendah ini dijual rata Rp 10.000 hingga Rp 11.000. Sedangkan harga beras premiun seperti jenis beras petruk menjadi Rp 15.000 atau naik Rp 1000 per kilogram.
“Rata rata naik seribu, ” kata salah satu pedagang beras di pasar Citayam selasa (13/2).
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi membatah Bansos yang disalurkan Presiden Jokowi jadi pemicu Kelangkaan Beras seperti di toko ritel.
“Coba bayangkan, kemarin pas kita masif melakukan bantuan pangan dibilangnya politisasi. Sekarang kami setop karena menghormati proses pemilu dibilangnya berasnya habis. Enggaklah, beras di Bulog ada 1,2 juta ton-1,3 juta ton,” kata Arief dikutip CNN.
Sementara, Bos Perum Bulog Krisnamurti mengatakan, Bulog tetap menjual beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bahkan akan terus ditingkatkan. Per 2024 ini, pihaknya sudah mengguyur 160 persen lebih banyak dibandingkan Januari 2023-Februari 2023.
“Kita akan tingkatkan (beras SPHP) sampai 200 persen kalau perlu karena benar-benar SPHP ini sedang dibutuhkan masyarakat. Tapi yang sangat kita harapkan beras SPHP ya dinikmati masyarakat dong, seperti halnya bantuan pangan betul-betul yang menerima keluarga penerima manfaat itu,” ujarnya sebelum mengecek beras SPHP di Ramayana Klender, Jakarta Timur, Senin (12/2). (SK)



















