Indonesia–Singapura Siapkan Fase Baru Kerja Sama Menuju 60 Tahun Hubungan Diplomatik

POSCYBER.COM, JAKARTA – Hubungan bilateral Indonesia dan Singapura dinilai tidak hanya memberikan keuntungan bagi kedua negara, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas dan kemajuan kawasan Asia Tenggara. Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng, menyatakan bahwa kemitraan kedua negara selama hampir enam dekade telah menjadi fondasi penting bagi perdamaian dan pertumbuhan regional.

Menurut Kwok, selama 58 tahun terakhir Singapura dan Indonesia telah menjalin kerja sama lintas sektor yang terus berkembang. Ia menegaskan bahwa kekuatan utama hubungan kedua negara terletak pada kemampuan bersama dalam menghadapi dan mengelola berbagai tantangan yang muncul. Kepercayaan dan keyakinan inilah, kata dia, yang membuat hubungan bilateral Indonesia–Singapura tetap kokoh dan berkelanjutan.

“Bukan berarti hubungan ini tanpa tantangan, tetapi ada keyakinan bahwa kedua negara mampu mengatasinya bersama. Hal ini yang telah terbangun selama 58 tahun dan menjadi sumber ketahanan jangka panjang hubungan kita,” ujar Kwok saat Peluncuran Buku dan Diskusi 58 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia–Singapura di Jakarta, Rabu (17/12/2025).

Kwok menambahkan, Indonesia akan terus menjadi mitra strategis utama dalam kebijakan luar negeri Singapura. Ia menilai pertumbuhan dan kemakmuran Indonesia akan membawa dampak positif bagi kawasan secara keseluruhan. Di sisi lain, keterbukaan serta daya saing Singapura dalam perekonomian global diyakini dapat menciptakan sinergi yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

Ia juga menyoroti kedekatan geografis, integrasi ekonomi, dan hubungan antarmasyarakat yang semakin erat sebagai faktor yang membuat masa depan Indonesia dan Singapura kian saling terkait. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menjaga ketahanan ekonomi regional di tengah dinamika dan ketidakpastian global.

Menjelang peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Singapura pada 2027, Kwok melihat momentum tersebut sebagai kesempatan untuk merefleksikan capaian kerja sama sekaligus menyusun arah kemitraan ke depan agar tetap relevan dan berdampak nyata bagi masyarakat kedua negara.

Kwok juga mengungkapkan bahwa dalam pertemuan retreat para pemimpin pada Juni lalu, Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong telah menyepakati sejumlah agenda kerja sama bilateral untuk tahap selanjutnya. Singapura, kata dia, berkomitmen penuh untuk mendukung realisasi agenda tersebut bersama pemerintah Indonesia.

Kerja sama itu mencakup pengembangan ekonomi hijau, pendalaman hubungan ekonomi, serta penguatan hubungan antarmasyarakat yang sejalan dengan prioritas pembangunan nasional Indonesia.

“Pada akhirnya, kekuatan hubungan Singapura dan Indonesia tidak semata diukur dari angka ekonomi, melainkan dari kepercayaan dan hubungan antarmanusia yang terus membawa kemitraan ini melangkah ke masa depan,” tutur Kwok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *