Refleksi Akhir Tahun SMSI Gelar Dialog Nasional “Media Baru Menuju Pers Sehat”

Pos Nasional42 Dilihat

POSCYBER.COM, Jakarta – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menggelar Dialog Nasional Refleksi Akhir Tahun 2025 bertajuk “Media Baru Menuju Pers Sehat”. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk menelaah arah dan masa depan pers digital di tengah dinamika perkembangan teknologi informasi.

Dialog nasional tersebut berlangsung di Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat, dan dihadiri oleh berbagai unsur pemangku kepentingan. Hadir dalam forum ini regulator, akademisi, praktisi media, pejabat terkait, anggota Dewan Pers, serta tokoh pers nasional.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Dewan Pers, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran gagasan, karya tulis, dan etika dalam membangun peradaban pers yang bermartabat.

Prof. Komaruddin menyampaikan bahwa setiap perubahan besar selalu berawal dari kekuatan ide. Informasi yang diolah menjadi pemikiran dan tulisan, menurutnya, dapat menjadi referensi kolektif yang membentuk panduan bagi masyarakat pers. “Pers yang maju adalah pers yang memiliki kekayaan ide, tulisan, dan wacana yang terus didiskusikan secara sehat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan insan pers agar tidak sekadar larut dalam berbagai persoalan yang muncul. Pers dituntut mampu mengelola dan menjawab tantangan dengan pendekatan yang tepat, serta tetap berlandaskan pada nilai-nilai dasar seperti kebenaran, kebaikan, keadilan, kedamaian, dan kemerdekaan.

Sementara itu, Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, dalam pemaparannya menyoroti dinamika kompetisi dalam kehidupan modern serta posisi strategis informasi dalam membentuk peradaban. Ia menegaskan bahwa meskipun setiap individu memiliki waktu yang sama, kreativitas dan cara merespons situasi menjadi faktor pembeda.

Firdaus juga mengemukakan pandangannya mengenai tiga kekuatan utama yang memengaruhi arah dunia saat ini, yakni informasi, uang, dan energi. Karena itu, ia berharap diskursus tentang pers nasional diarahkan pada peningkatan kualitas, sekaligus mendorong demokratisasi pengetahuan melalui penyajian informasi yang akurat dan bertanggung jawab.

Usai sesi pembukaan, dialog dilanjutkan dengan diskusi panel yang mengangkat tema utama “Media Baru Menuju Pers Sehat”. Forum ini menjadi ajang pertukaran gagasan terkait tantangan dan peluang pers digital, termasuk bagaimana media menyikapi perkembangan teknologi tanpa mengabaikan etika jurnalistik.

Diskusi dipandu oleh moderator dan menghadirkan pandangan beragam dari kalangan regulator, akademisi, dan praktisi media. Pembahasan difokuskan pada upaya menjaga mutu pemberitaan, memperkuat kredibilitas media, serta menegaskan peran pers sebagai pilar keempat demokrasi di era media baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *