Jakarta Terancam Tenggelam, Pemerintah Rencanakan ini

Pos Nasional20 Dilihat

PosCyber (Jakarta) – Pulau Jawa tepatnya di Jakarta bagian utara mendadak jadi perhatian. Kawasan ini belakangan diprediksi akan tenggelam oleh air laut (Rob) setidaknya dalam 10 tahun yang akan datang.

Peluang yang menjadikan Jakarta bagian utara bisa terendam Rob, yakni perubahan iklim yang tidak menunjukan perbaikan hingga berakibat pada turunnya daratan di bading laut. Badan antariksa Amerika serikat, NASA menyebut naiknya air laut Global termasuk pesisir Jakarta mencapai 3,3 mm per tahun.

Belakangan, pemerintah pusat membuat perencanaan untuk membuat tanggul air laut di sepanjang pantai Jakarta utara atau disebut Giant See Wall.

Tidak tanggung tanggung, mega proyek ini dalam hitungan pembiayaan perlu dana hingga Rp 700 triliun. Karena itu pemerintah membuka peluang untuk investor masuk dan mendanai pembangunan Giant See Wall melalui skema Publik Private Patnership.

“Estimasi biaya mungkin bisa Rp600 sampai Rp700 tergantung berapa besar karena itu studinya kita sedang siapkan. Kita bicara triliun,” kata Menko Perekonomia Airlangga Hartarto di Bandung, Jumat (19/1) dikutip CNN.

Politisi Golkar ini mengakui ada banyak investor sudah bersedia mendanai proyek tanggul laut yang masuk dalam kebijakan Proyek strategis nasional (PSN) tersebut.

Meski tidak menyebut calon investor, Airlangga mengatakan, pembangunan tanggul laut diperlukan untuk melindungi masyarakat dari banjir Rob akibat perubahan iklim.

Tentang potensi tenggelamnya Jakarta pernah disunggung Presiden Amerika Serikat, Joe Biden. Potensi itu lalu dikaitkan Biden dengan pentingnya pemerintah RI memindahkan ibukota Jakarta ke Ibukota Negara (IKN) di Kalimantan Timur.

Saat memberi sambutan dikantor Direktur Intelijen Nasional AS soal Perubahan Iklim beberapa waktu lalu , Biden mengatakan Jakarta akan tenggelam dalam 10 tahun ke depan.

“Apa yang terjadi di Indonesia jika proyeksinya benar bahwa, dalam 10 tahun ke depan, mereka mungkin harus memindahkan ibu kotanya karena mereka akan berada di bawah air?” Kata Biden dikutip dari publikasi Gedung Putih.

Dia lalu menyebut potensi terbesar kalau Jakarta telah berada di bawah air maka akan ada ribuan orang bermigrasi ketempat aman setelah kehilangan segalanya.

Dibagian lain NASA menyebut, pesisir Jakarta dan banyak kota lain di dunia menghadapi resiko banjir Rob karena meningkatnya suhu global dan mencairnya lapisan es di kawasan kutub.

Kenaikan laut global yang rata-rata sebesar 3,3 mm per tahun disertai tanda badai hujan makin intens saat atmosfer memanas, akan menjadikan banjir sebagai “hal biasa”. Sejak tahun 1990-an Jakarta menjadi langganan banjir dan terbesar terjadi tahun 2007 yang berdampam pada kerusakan hingga 70 persen.

Gambar landsat yang diunggah NASA menunjukkan evolusi Jakarta dalam tiga dekade terakhir. Adanya pembabatan hutan dan vegetasi lain dengan permukaan kedap air di daerah pedalaman di sepanjang sungai Ciliwung dan Cisadane telah mengurangi jumlah air yang dapat diserap telah menyebabkan limpahan serta banjir bandang.

Sejauh ini populasi wilayah Jakarta lebih dari dua kali lipat antara tahun 1990 dan 2020 sehingga membuat lebih banyak orang yang memadati dataran banjir dengan resiko tinggi. Hal ini diperparah dengan penyempitan saluran sungai dan kanal oleh sedimen dan sampah sehingga sangat rentan dengan luapan air. (**/sk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *