Poscyber (Jakarta) – Konsumen mulai beralih ke rokok murah setelah Pemerintah menaikan cukai hasil tembakau (CHT) awal tahun lalu. Dengan beragam merek rokok ilegal tersebut dijual bebas tanpa ada pita cukai.
Armanto, salah satu penikmat rokok tanpa cukai mengatakan, soal rasa rokok ilegal tersebut diakui tidak kalah dengan rokok bercukai. “Dan harganya jauh lebih murah, perbungkus hanya Rp 15 rebu ada yang Rp 10 ribu jadi pilih ini aja ,” ujarnya
Menurutnya, rokok bercukai mulai berkurang peminatnya karena cukai naek harga otomatis naik. “Disisi lain kondisi keuangan konsumen lagi lesu, selain soal rasa rokok yang tidak bercukai tidak kalah,” tandasnya
Sementara, Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan Askolani menyatakan, banyaknya masyarakat Indonesia yang pindah ke rokok murah atau downtrading memang sesuai dengan tujuan diterapkannya kelas tarif cukai hasil tembakau.
“Downtrading itu memang faktor dari kebijakan tarif selama ini,” kata Askolani di kawasan DPR RI, Jakarta, Senin, (8/7/2024)dikutip CNBC
Askolani mengatakan melihat fenomena itu, untuk sementara Bea Cukai akan memastikan bahwa kecenderungan downtrading ini murni terjadi karena mekanisme pasar. Dia mengatakan akan menindak apabila ada kemungkinan kecurangan di baliknya.
“Downtrading kalau itu memang murni ekonomi tidak bisa kita lawan, tapi itu dengan kemudian melakukan yang tidak pas, salah personifikasi, salah peruntukan itu yang akan kami tindak,” kata dia.
Untuk ke depannya, Askolani mengatakan fenomena downtrading ini tentu akan menjadi pertimbangan untuk pemerintah menetapkan tarif cukai tembakau. “Itu jadi masukan untuk tarif ke depan, nanti kita lihat lagi untuk persiapan tahun depan kaya gimana,” kata dia.
Sebelumnya, dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR tentang Laporan Semester 1, Menteri Keuangan Sri Mulyani melaporkan penerimaan cukai tembakau yang terkontraksi selama 2 tahun berturut-turut. Dia mengatakan penurunan penerimaan cukai ini disebabkan karena banyak produsen rokok turun ke kelompok 3 yang tarifnya lebih murah.
“Sehingga penerimaan cukai turun,” kata dia.
Namun, Sri Mulyani mengatakan penurunan ini memang sesuai dengan tujuan penetapan cukai rokok. Dia mengatakan cukai ditetapkan untuk mengendalikan konsumsi tembakau.
“Untuk cukai karena memang kita lakukan pengendalian produksi rokok, ya memang ini dampak yang diharapkan,” kata dia.(**/SK)



















