Melepas Iwan, Selamat Datang PJ Bupati Bogor

Pos Pendidikan22 Dilihat

Oleh : Saiful Kurnia
Pimpinan Redaksi PosCyber.com

Dalam hitungan jam, saya, kita semua akan jadi saksi sejarah pergantian pucuk pimpinan Kabupaten Bogor .

Iwan Setiawan, akan menghabiskan masa jabatan sebagai Bupati difinitif pada 30 Desember 2023 setelah menjabat lebih kurang empat bulan.

Karenanya, kita akan melepas politisi Gerindra ini turun tahta untuk diganti seorang Pelaksana Jabatan Bupati hingga tahun depan, yakni sampai masyarakat Kabupaten Bogor menemukan sekaligus memilih Bupati baru.

Pergantian satu keniscayaan. Melepas jabatan jadi keharusan sebab paham konstitusi kita sudah mengamanahkan adanya masa jabatan itu sendiri.

Dan sejarah kepemimpinan adalah image setiap orang. Alam pikiran hingga bawah sadar menyadap semua prilaku seorang pemimpin. Memori ini dalam jangka panjang akan di kenang sebagai kebaikan atau keburukan

Tentang Iwan setiawan ada catatan yang menurut saya bisa jadi refleksi. lahir tahun 1970, Iwan salah satu orang Bogor yang akhirnya sukses berkarir di dunia politik.

Dua periode sebagai anggota dewan, Iwan melenggang ikut kontestasi Pilkada dan menang sebagai pasangan Bupati Bogor tahun 2019 lalu.

Secara politis ada keuntungan meski Iwan jadi orang nomor dua. Apalagi Iwan mengikuti seluruh prosesi hingga memenangkan Pilkada melalui rumah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang didalamnya sudah penuhi fasilitas pendukung termasuk mesin politik layak jalan.

PPP kampiun politik di Kabupaten Bogor dengan jaringan kader dan loyalis yang begitu luas dan tersebar, Dan Iwan membawa nama partai Gerindra yang tengah naik daun.

Tak heran kalau akhirnya Iwan terpilih mendampingi Ade Yasin, meski sebelum sampai puncak kekuasaan, isu isu soal haram memilih pemimpin perempuan nyaris membuat kandas tujuan mereka.

Belakangan, Iwan menjadi pengendali kekuasaan dengan status Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bogor setelah Ade yasin terbelit masalah hukum di KPK. Iwan melenggang dan mengisi masa jabatan Bupati tersisa sekitar 3 tahun hingga di lantik menjadi Bupati difinitif di empat bulan akhir masa jabatan.

Berakhirnya kekuasaan Ade yasin untuk sebagian kalangan dianggap sebagai kemenangan Iwan. Isu keretakan hubungan pasangan Bupati dan wakilnya ini kian santer, hingga ada simpul kelompok di ASN yang kemudian di plot sebagai orang Iwan dan Orang Ade yasin.

Iwan tetap dengan Jabatannya. Statusnya sebagai kepala daerah tetap mendudukkan Iwan dalam posisi politis dengan segala resikonya. Namun sampai akhir jabatan, Iwan tetap bertahan meski sempat dihujat soal pernyataannya, injak Alqur’an.

Berikutnya, sempat viral di media sosial, Iwan enggan menjabat tangan anggota TNI yang kebetulan Perwira dan memiliki jabatan di Kabupaten Bogor.

Untuk kedua masalah ini Iwan minta maaf meski belakangan jadi gunjingan, Iwan satu satunya Bupati yang suka minta maaf.

Soal kebijakan, beberapa waktu lalu sejumlah catatan telah penulis kemukakan. Ini terkait lembeknya kemaunan pemerintah daerah untuk mensegerakan penyelesaian kemacatan di kawasan Bambu kuning hingga jalan raya BojongGede yang hingga sekarang masih berlanjut tanpa ada satupun program penuntasan.

Kawasan ini mestinya dapat perhatian dengan menjadikannya jalan terkoneksi setelah salah satu ruas jalan Bogor-Kemang (Bomang) rampung. Untuk masyarakat ada keuntungan secara ekonomis kalau jalan ini tersambung, sebab akses dari Cibinong menuju Kemang atau sebaliknya akan lebih mudah dengan waktu tempuh yang lebih singkat.

Di era kepemimpinan Iwan, ada kontraproduktif dalam tata kelola penyedia barang dan jasa. Hal ini berdampak pada munculnya dampak buruk disejumlah proyek Kabupaten Bogor.

Diantara penyebabnya adalah soal penentuan Harga Perhitungan Sendiri (HPS) item material yang lebih kecil dari harga di pasaran.

Tahun 2023, hampir semua proyek pekerjaan di Pemkab Bogor dilelang dengan nilai penawaran menyentuh dua digit. Tawaran di atas 10 % akan menjadi rumit untuk estimasi pekerjaan bisa selesai dengan sepesifikasi benar.

Celakanya, ada banyak perusahaan dari luar menang lelang dan mengambil uang muka, namun tidak kembali lagi untuk meneruskan pekerjaan.

Di bawah kekuasaan Iwan, Pemkab Bogor berhasil menyelesaikan ratusan Hunian Tetap (Huntap) untuk warga terdampak bencana di kawasan Bogor Barat. Pekerjaan rumit dengan sedikit waktu ini rampung dengan pengkoordinasian yang apik hingga lini terkecil di Pemkab Bogor.

Hari ini ada ribuan warga Bogor Barat yang sudah punya tempat berlindung setelah rumah rumah mereka hancur karena bencana.

Iwan setiawan dengan perjalanan karir politiknya berhasil menempati kursi nomor satu di Kabupaten Bogor periode 2019-2023. Ada kelebihan dan tentu kekurangan Iwan disoal kebijakan masih dilihat sebagai kekurangan rasional meski masih ada anggapan lekat dengan pengaruh politis. Terima kasih Pak Bupati, Selamat Datang Pak PJ.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *