MUI Serukan Boikot Massal, Haram Beli Kurma Israel

Pos Nasional47 Dilihat

PosCyber (Jakarta) – Majelis Ulama Indonesia (MUI), memberi seruan lagi untuk umat Islam dan masyarakat luas lakukan boikot massal. Gerakan boikot massal tidak membeli produk terafiliasi Israel termasuk kurma untuk keperluan dibulan Ramadhan.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim menyatakan, boikot massal dengan tidak membeli makanan termasuk kurma dari perusahaan terafiliasi Israel akan memperlemah zionis. Sebab dengan boikot massal, penghasilan Israel dari penjualan kurma dan barang apapun akan merosot.

Dia mengatakan, Selama ini Israel telah memakai penghasilan dari penjualan makanan termasuk Kurma untuk membiayai agresi mereka di Palestina. Hasilnya, agresi Israel telah membuat puluhan ribu warga Palestina terbunuh.

Karena itu, Sudarnoto menyatakan membeli kurma produk Israel hukumnya haram.
“Jangan lagi menjual produk-produk Israel termasuk kurma. Kurma itu sebenarnya halal, enak, saya juga pecinta kurma. Halal zatnya, tapi jadi haram karena uang hasil penjualan itu untuk membunuhi warga Palestina,” kata Sudarnoto kepada wartawan di Jakarta, Minggu (10/3).

Sudarnoto mengingatkan, masyarakat tidak membeli produk yang terafiliasi dengan Israel untuk kebutuhannya di bulan Ramadan. Peringatan itu sudah tercantum dalam Fatwa MUI No. 83 Tahun 2023 tentang hukum dukungan terhadap Palestina.

“Produk-produk itu macam-macam, bisa makanan, minuman, dan lain-lain. Yang kemarin juga sudah diberitakan di media, Kurma. Kalau ada kurma Israel jangan dibeli,” ujarnya

Diketahui, Sejumlah perusahaan Israel mengeruk omset hingga 12 juta dolar dari eksport Kurma. Dan khususnya menjelang bulan Ramadhan, negeri Yahudi itu tergolong masif memasok kebutuhan kurma ke negara muslim. Disisi lain, kurma Israel dihasilkan dari eksploitasi lahan dan tenaga kerja Palestina.

Dikutip dari laman Boycottguide.org, Israel telah membangun pabrik pabrik kurma di tepi barat diatas lahan ilegal, hasil penguasaan sepihak dari warga Palestina.

Zionis yang belakangan telah membunuh warga sipil Gaza hingga 30 ribu orang itupun, mencuri air warga Palestina untuk bertanam kurma. Dibagian lain, Israel telah menguasai bukit Jordan, lahan paling subur untuk menanam Kurma.

Untuk pekerja, Israel memfaatkan warga Pelstina yang terpaksa bekerja di permukiman ilegal karena kebutuhan ekonomi

Undang-undang ketenagakerjaan Israel tidak pernah tegak untuk pekerja Palestina meski dibayar rendah, tidak ada kompensasi untuk pekerjaan yang melelahkan. 

Sejak tahun 2021, tidak ada satu pon kurma pun yang diekspor ke AS dari Gaza. Menurut data yang diberikan oleh Layanan Riset Ekonomi Departemen Pertanian AS, konsisi ini disebabkan oleh pengepungan Israel yang mencekik di Gaza.

Israel menghalangi warga Palestina mengekspor kurma lokal mereka, kurma Deir Al Balah yang terkenal. Sementara, Israel terus menjadi salah satu eksportir kurma terbesar ke Amerika Serikat.

Tak heran kalau antara tahun Pada 2022 hingga 2023, Israel mengekspor kurma sedikitnyan senilai 12 juta dolar ke AS.

Laman itu menyerukan, boikot terhadap kurma Israel sangat penting untuk melawan industri yang eksploitatif. Berikut brand nama kurma produk Israel yang wajib si boikot medjool, Navafresh, Star Dates, Urban Platter, King Soloman, Hadiklaim, Delilah, Mehadrin, Shah Co, Anna and Sara, Carmel Agrexco. (SK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *