PDI- Perjuangan Sebut Hasil Survei Paslon Capres Cawapres Bukan kenyataan di masyarakat

Pos Pendidikan19 Dilihat

PosCyber (Jakarta) – PDI- Perjuangan pengusung Capres-Cawapres Ganjar Mahfud punya persepsi terbalik terkait hasil survei sejumlah lembaga yang belakangan disimpulkan oleh kubu Prabowo – Gibran sebagai pertanda Pilpres akan berlangsung satu putaran.

Setidaknya ada 4 lembaga survei yang belakangan me- realese tingkat keterpilihan ( elektabilitas ) pasangan Prabowo -Gibran dengan angka di atas 40 persen.

Politisi PDI-Perjuangan, Aria Bima awal pekan lalu kepada wartawan mengatakan, belakangan hasil survei menjadi alat untuk penggiringan opini. Hasil survei juga di desain untuk untuk menggiring opini bahwa Pilpres akan berjalan satu putaran dan memenangkan salah satu paslon.

“Ini kan ada opini publik, dibangun lewat survei, kemudian diglorifikasi satu putaran. Kemudian survei yang harusnya memotret realitas, tapi ini menggiring realitas opini yang ada,” ujar Aria Bima di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Jakarta

Sebelumnya , Tim Pemenangan Nasional (TPN) pasangan Capres – Cawapres Anis Baswedan – Muhaimin Iskandar (Amin) berangapan hasil survei oleh sejumlah lembaga yang belakangan di realese justru menguatkan potensi Pilpres tahun ini akan berjalan dua putaran.

Hal itu karena tingkat elektoral ketiga paslon Presiden dan Wakil Presiden terbagi rata. Berbanding sebaliknya, jika Pilpres hanya diikuti dua paslon.

Juru bicara pasangan (AMIN), Ramli Rahim Selasa (2/1) mengatakan, TPN Amin berpikir realistis dan meyakini Pilpres tidak akan berjalan satu putaran.

“Kemampuan pembagian elektoral itu sangat merata di tiga calon ini. Seandainya hanya dua calon ya pasti satu putaran kan,” tuturnya.

“Jadi ada desain lembaga survei seolah-olah jadi satu putaran,” ujar Ramli

Aria Bima mengatakan, pihaknya bukan tak percaya data dan keilmuan dalam merekam opini publik terkait elektabilitas pasangan calon. Namun, ada upaya-upaya yang membuat hasil survei seakan hanya memenangkan kubu tertentu saja.

“Bukan tidak percaya proses untuk menentukan sampelnya, tapi prakondisi menurunkan kuesioner di tempat pengambilan sampel, ini memerlukan izin waktu 10 hari, ini selesai hasilnya mau berapapun bisa dipersiapkan,” ujar Aria Bima.

Wakil ketua Komisi VI DPR RI ini juga meminta jangan sampai ada upaya menggiring opini lewat survei satu putaran, Sementara aspek di dalam implementasi satu putaran itu adalah kerja aparat dan itu bahaya.

Sedangkan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi , Selasa (26/12) mengatakan, elektabilitas Capres Prabowo masuk ke urutan teratas dengan memperoleh 46,7 persen setelah Indikator politik melakukan survei pasca Debat Capres pada Jumat (22/12/2023) lalu.

Di bawahnya ada pasangan nomor urut 3, Ganjar -Mahfud MD dengan elektabilitas sebesar 24,5 persen dan pasangan Anis – Muhaimin memperoleh dengan 21,0 persen.

Burhanuddin mengatakan, metode survei menggunakan tingkat margin of eror atau tingkat toleransi kesalahan 2,9 persen, sehingga angka elektabilitas pasangan Anis- Muhaimin dan Ganjar Mahfud masih berpeluang untuk bersaing

” Kami belum menemukan data Prabowo-Gibran menyentuh angka 50 persen, belum sampai,” ujarnya

Sebelumnya, data survei sejumlah lembaga me- realese tingkat elektabikitas tiga Paslon Capres- Cawapres, Hasilnya,

Indikator Politik :

▪︎Nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar: 21,0 persen.

▪︎Nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming: 46,7% persen,

▪︎ Nomor urut 3 Ganjar – Mahfud : 24,5 persen

Populi Center :

▪︎Nomor urut 1 Anies-Muhaimin: 21,7 persen

▪︎Nomor urut 2 Prabowo-Gibran: 46,7 persen,

▪︎Nomor urut 3 Ganjar-Mahfud: 21,7 persen

Poltracking Indonesia :

▪︎ Nomor 1 Anies-Cak Imin 23,1 persen

▪︎Nomor urut 2 Prabowo-Gibran 45,2 persen.

▪︎Nomor urut 3 Ganjar-Mahfud hanya 27,3 persen

Salah satu Relawan Paslon Capres – Cawapres Prabowo -Gibran, Dito mengatakan optimisnya Pilpres akan berjalan satu putaran. Dan indikator yang paling nyata untuk bisa satu putaran adalah hasil survei yang belakangan di angka 40 persen lebih untuk pasangan Prabowo – Gibran.

Dito meng-Klaim, saat ini suara untuk pasangan Prabowo- Gibran ada di semua daerah kecuali Jawa Tengah dan Jogjakarta yang masih di dominasi pasannga Ganjar-Mahfud. (SK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *