Poscyber.Com (Cianjur) – Puluhan rumah di Cianjur rata dengan tanah setelah lahan dibawahnya mengalami pergeseran. Bencana ini memperparah konsisi warga, setelah sebelumnya 15 kecamatan terdampak banjir.
Sekretaris Dinas Sosial , Yudi S menyebut, untuk banjir yang terparah kondisinya ada didesa Tanggeng dan leles. “Untuk keduanya sampai saat ini belum terbantu, sementara Agrabinta sudah terbantu,” ujar Yudi dikutip Poscyber.Com
Dia mengatakan, sebagian warga terdampak banjir saat sudah bisa kembali kerumah, namun terdapat 7 desa yang dipakai warga untuk mengungsi. “Mereka ngungsi kerumah warga atau saudaranya yang aman,” jelasnya
Menurutnya, Pemda Cianjur hari ini menurunkan tim untuk menyalurkan bantuan. Namun ada beberapa wilayah yang belum terjangkau bantuan.
Karenanya dia menghimbau untuk masyarakat luas yang memberi bantuan bisa kordinasi ke Pemda. “Agar bantuan itu bisa terdistribusi tepat sasaran dan merata,” pungkas Yudi

Terpisah Kepala Pelaksana (Kalak) Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Kusmana Wijaya mengatakan, data anyar per Jumat, 6 Desember 2024 pukul 19.00 WIB, ada 18 kecamatan di Cianjur yang terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi 2 pekan terakhir.
Ada pun kecamatan terdampak bencana banjir, longsor, dan pergerakan tanah yakni Agrabinta, Campaka, Campakamulya, Cibeber, Cibinong, Cijati, Kadupandak, Leles, Naringgul, Pasirkuda, Sindangbarang, Sukanagara, Takokak, Tanggeung, Cilaku, Pagelaran, Cikalongkulon, dan Cikadu.

“Kami mencatat, 2.760 jiwa terdampak bencana di 18 kecamatan. Sedangkan jumlah pengungsi ada 777 jiwa di 9 kecamatan. 3 korban meninggal dunia dan 1 orang luka-luka. Data tersebut akan kami perbarui tiap hari pukul 19.00 WIB,” dikutip Jabarekpres (**/sk)



















