Pimpinan KPK beda pernyataan soal Kasus Firli Bahuri

Poscyber_ Penetapan ketua KPK Firli Bahuri dalam kasus pemerasan oleh Polda Metro Jaya, ternyata di tanggapi berbeda oleh koleganya di lembaga anti rasuah tersebut.

Terbaru, wakil ketua KPk Nurul Gufron memilih untuk meminta maaf atas kasus yang menjerat bosnya tersebut.

Dalam realease yang diterima media hari ini, Nurul bahkan mengakui, mencuatkan kasus pucuk pimpinan KPK yang berujung pada penetapan Firli sebagai tersangka hampir mengikis harapan masyarakat untuk menjadi garda pemberantasan korupsi.

Karena itu, dia menyatakan kasus tersebut akan menjadi pelajaran sekaligus bahan evaluasi untuk internal KPK.

Berikutnya, Nurul sebagai wakil ketua KPK yang ikut bertanggung jawab meminta maaf kepada seluruh bangsa Indonesia atas kejadian tersebut.

“Saya sebagai salah pimpinan yang ikut bertanggung jawab, meminta maaf kepada seluruh bangsa Indonesia atas kejadian tersebut, ” ujar Nurul

Sebelumnya, pernyataan berbeda mengemuka dari wakil ketua KPK Alexander Marwata mengomentari penetapan Firli Bahuri sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya.

Secara pribadi Alex bahka mengaku tidak merasa malu meski saat ini Firli tersangkut dugaan pemerasan, gratifikasi hingga suap di pananganan korupsi Kementan yang melibatkan Sahrul Yasin Limpo sebagai Menteri.

“Apakah kami malu, saya pribadi tidak!
Kenapa, karena ini (kasus Firli) belum terbukti, belum terbukti,” ujar Alexander Marwata dalam sebuah konferensi pers di gedung KPK Kamis (23/11) lalu. (***/SK)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *