Polisi Selidiki Bau Menyengat Dari Sebuah Pabrik Di Cilegon

Pos Hukrim35 Dilihat

PosCyber (Cilegon) – Polda Banten menerima laporan masyarakat yang merasa resah setelah mencium bau menyengat berasal dari kegiatan PT Chandra Asri Pasific TBK.

Belakngan Polda Banten melakukan penyelidikan kerjasama dengan Puslabfor Bareskrim Polri.

Kasubbid Tokling Puslabfor Bareskrim Polri AKBP Faizal Rachmad membenarkan pihaknya telah melaksanakan pemeriksaan TKP bersama Polda Banten.

“Kami sudah melaksanakan olah TKP bersama penyidik Polda Banten didampingi Dirpamobvit dan Polres Cilegon, dan PT Chandra Asri,” kata Faizal di Polda Banten, Senin (22/1).

Berdasar hasil penyelidikan, kata Faizal, dapat disimpulkan ada pencemaran udara
Akibat operasional PT Candra Asri, namun begitu pencemaran masih dalam standar limbah pabrik, yakni Bau berasal dari hidrokarbon tetapi aman karena berada di level bawah baku mutu.

“Bau Hidrokarbon saat ini dinyatakan aman karena di bawah baku mutu artinya ukuran batas atau kadar makhluk hidup, sehingga dinyatakan aman untuk masyarakat,” ujarnya.

Selain dari level pencemaran udaranya, Labfor kemudian melakukan pemeriksaan lain yakni sampel tanah dan air yang masih berada di sekitar pabrik.

“Dan hasil pemeriksaan akan didapatkan setelah 1 minggu pemeriksaan,” Faizal menuturkan.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Didik Hariyanto menjelaskan selama penyelidikan polisi telah memeriksa 17 saksi 

“Sampai saat ini masih dilakukan penyelidikan, dan memeriksa 10 saksi dari masyarakat yang terdampak dan 7 orang dari manajemen PT. Chandra Asri dan hasil kan disampaikan,” Didik menambahkan.

Sementara, Direktur Eksternal PT Chandra Asri Edi meminta maaf kepada seluruh masyarakat atas dampak yang ditimbulkan akibat aktivitas pabrik. Selain itu mengapresiasi langkah Polda Banten dalam menangani pencemaran limbah pabrik.

“Kami juga secara aktif melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk memprioritaskan keamanan dan keselamatan baik karyawan maupun masyarakat sekitar, untuk seluruh masyarakat yang terdampak silahkan untuk memeriksakan diri ke puskesmas terdekat karena kami sudah melakukan koordinasi,” pungkas Edi. (Imo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *