Puji China Dalam Budidaya Udang, Menteri KKP Bilang Kualitas Udang Indonesia Dibawah Standart

Pos Ekonomi26 Dilihat

PosCyber (Jakarta) – Menteri Kelautan dan Perikanan ( KKP), Sakti Wahyu Trenggono menyayangkan hingga saat ini sebagian besar peternak udang di Indonesia masih menggunakan tehnik tradisional.

Hal ini kebalikan dari negara lain seperti China yang belakangan berhasil membudidaya udang vaname dengan ribuan varian karena terus melakukan kerjasama riset dengan perguruan tinggi.

China, lanjut Sakti, berhasil membudidaya udang dengan tehnikmodern dan kalau di hitung, negara Tirai Bambu ini bisa memproduksi hingga 220 ribu Ton pertahun dengan omset setara 4 miliar dolar atau Rp 60 triliun per tahun

“Kalau udang kita pasarnya cuma Amerika paling banyak, gak bisa ke mancanegara yang lain karena kualitasnya tidak memenuhi standar, kalau Eropa hampir sama sekali tidak ada,” Ujar Sakti di Jakarta Senin (18/12) di kutip CNBC.

Menurutnya, Indonesia belum memiliki kemampuan seperti China, karena teknik budi dayanya masih tradisional. Padahal, peluang ekspor udang masih besar.

Dia menjelaskan, saat ini setiap satu hektar lahan yang digunakan untuk budidaya udang di Indonesia hanya menghasilkan 0,6 ton. Sementara, ada lahan adat seluas 247.803 hektare, produktivitas 0,5 ton per hektar.

Dengan gambaran ini , lanjut Sakti, sebagian besar budi daya udang di Indonesia masih menggunakan tehnik tradisional dan sebagian kecil dengan tehnik modern.

Sakti mencontohkan. negara lain seperti Jepang dapat mengembangkan teknik aquakultur dengan melibatkan perguruan tinggi melalui riset serta pabrikan, dalam hal ini industri. Negara lain seperti China pun begitu royal dalam pengembangan teknologinya, sehingga berhasil dalam budidaya udang.

Lalu Sakti mengungkap, perusahaan China yang berhasil dalam budidaya udang adalah Evegreen.

Perusahaan ini berdiri tahun 1991 dan melakukan kerjasama riset dengan institusi perguruan tinggi. (dik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *