SBI Dorong Perempuan Ambil Peran Dalam Ketahanan Pengan

Pos Ekonomi29 Dilihat

 

PosCyber (Bogor) – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) mendorong perempuan ambil peran menciptakan ketahanan pangan ditengah ancaman perubahan iklim dunia. Salah satunya, dengan memaksimalkan inovasi ditengah besarnya tantangan saat ini.

Demikian kesimpulan diskusi interaktif yang digelar SBI dalam rangka hari Perempuan International 2024 bertema
“Perempuan, Ketahanan Pangan dan Perubahan Iklim”,

Turut hadir dalam diskusi interaktif tersebut, Direktur SDM & Umum PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), Agung Wiharto, Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari dan Direktur Climate Reality Indonesia & Praktisi Environment, Climate and Sustainability Food, Amanda Katili Neode.

Agung wahyu dalam materinya antara lain mengatakan, saat ini sudah terjadi masalah komplek dibidang ketahanan pangan. Untuk itu, perempuan memainkan peran penting dalam memastikan keamanan pangan keluarga dan komunitasnya. “Sambil beradaptasi dengan perubahan iklim yang semakin nyata, ” ujar Agung dikutip Poscyber.com melalui siaran pers Jumat (8/3)

Namun begitu, dia mengakui, usaha untuk memaksimalkan peran perempuan dalam hal ketahanan pangan masih terkendala pada minimnya kualitas SDM, Selain keterbatasan pada akses tehnologi.

Selain menggelar diskusi interaktif dan Wabinar, SBI Pabrik Narogong juga menggelar lomba inovasi pangan lokal yang melibatkan kelompok binaan di sekitar pabrik. Inovasi pangan dengan mengolah bahan makanan lokal dengan komposisi gizi, ketersediaan lokal dan efisiensi biaya.

General Affairs & Community Relations Manager SBI Pabrik Narogong, Nur Lailiyah berharap kegiatan itu bisa menumbuhkan rasa percaya diri, selain meningkatkan keterampilan untuk menghadapi tantangan ketahanan pangan di tengah perubahan iklim.

Diketahui, SBI adalah anak usaha PT Semen Indonesia Industri Bangunan (SIIB), bagian dari grup PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG. SIIB menjadi pemilik saham mayoritas di SBI dengan komposisi hingga 83,52 %.

SIG group mengoperasikan empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh), dengan kapasitas produksi mencapai 14,8 juta ton per tahun,
dan mempekerjakan lebih dari 2.000 orang. (SK)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *