PosCyber (Jakarta) – Menteri Keuangan menempatkan ketahanan pangan nasional sebagai masalah serius yang harus segera ditangani pemerintah. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu beharap pemerintah bersama pemangku kepentingan segera wujudkan ketahanan pangan untuk antisipasi lonjakan penduduk.
“Food security itu tidak bisa ditunda,” kata Sri Mulyani dalam IIF’s Anniversary Dialogue dengan tema The Dynamics of Sustainable Infrastructure Financing and Its Roles In Achieving Food Security, di St Regis Hotel, Jakarta, Senin (29/1) dikutip CNBC
Sebelumnya Presiden Jokowi akui sampai saat ini Indonesia sulit melakukan swasembada pangan karena beberapa faktor. Salah satunya karena terus bertambahnya jumlah penduduk dan seluruhnya memerlukan beras.
Sedangkan data Badan Pusat Statistik pada Oktober tahun 2023 lalu menyebut impor beras Indonesia antara Januari hingga September 2023 mencapai 1,876 juta ton. Sedangkan cadangan beras nasional tahun yang sama tercatat 1,5 juta ton.
Dikutip bisnis, pada tahun Indonesia produksi beras mencapai 30 juta ton pada tahun 2023 atau devisit 31 juta ton dibanding tahun 2022. Peta produksi pangan Indonesia khususnya beras cenderung terun karena banyak alih fungsi lahan pertanian untuk pembangunan gedung, perumahan dan lainnya.
Menurut Sri Mulyani penduduk Indonesia terus bertumbuh ke depan. Maka dari itu, kebutuhan pangan harus dipenuhi.
“Jumlah populasi di Indonesia akan meningkat karena pertumbugan penduduk Indonesia di Indonesia masih positif kita akan meningkat mencapai 350 juta penduduk di Indonesia itu tentu membutuhkan antisipasi dan jawaban dari sekarang,” paparnya.
Tidak cuma soal ketahanan pangan, hal lain yang harus dipenuhi dalam waktu cepat adalah air bersih dan jalan hingga internet. (dik/SK).



















