Tiga Kali Dihajar Gempa, Dua Rumah Sakit Di Sumedang Alami Kerusakan

Pos Pendidikan34 Dilihat

PosCyber (Sumedang) – Semua pasien di dua Rumah Sakit (RS) Sumedang yakni RS Umum Daerah (RSUD) dan RS Pakuwon terpaksa di evakuasi setelah di hajar Gempa hingga tiga kali pada Minggu (31/12) siang hingga malam hari.

Keterangan BMKG menyebutkan, gempa tektonik terjadi pukul 20:34:24 WIB di wilayah Kabupaten Sumedang Jawa barat dan sekitarnya.

Gempabumi ini berkekuatan 4,8 Magnitudo dengan Episenter pada koordinat 6.85 LS dan 107.94 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 2 kilometer timur laut Kabupaten Sumedang pada kedalaman 5 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar aktif wilayah setempat,” laporan BMKG

Dampak gempabumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan di wilayah Sumedang dengan Skala Intensitas III – IV MM.

Sejumlan laporan yang diterima BMKG, dampak gempa dirasakan oleh semua warga Sumedang. Gempa telah mengakibatkan gerabah pecah, jendela atau pintu berderik dan dinding berbunyi. Getaran sangat terasa khususnya didalam rumah.

Gempa susulan terjadi pukul 20:55 WIB, dan berdasar hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 3 aktivitas gempabumi yang dirasakan di wilayah Sumedang.

Penjabat (Pj) Bupati Sumedang, Herman Suryatman mengatakan, evakuasi pasien yang sedang menjalani perawatan dievakuasi sebagai langkah antisipasi gempa susulan.

“Di Rumah Sakit Umum Kabupaten Sumedang ada 83 pasien di IGD ada tiga bangunan yang retak, dan sedang dilakukan asses secara cermat ada Paviliun VIP dan Sakura kondisinya sangat mengkhawatirkan. Kami tidak ingin mengambil risiko dan kami memutuskan semua pasien yang ada di tiga bangunan utama tersebut kita evakuasi,” kata Herman

Menurutnya, Pemerintah Daerah sudah memasang 5 tenda untuk 248 pasien ditambah 83, ” jelasnya

Dari ratusan pasien tersebut, ada dua pasien yang sedang dirawat dalam kondisi kritis. Petugas kesehatan diminta untuk memberikan perhatian khusus, termasuk kepada bayi-bayi.

Sedangkan untuk RSU Pakuwon kondisi bangunan masih terbilang baik, meski ada keretakan di beberapa ruangan. Semua pasien sudah di tempat aman.

Sementara itu, berdasar laporan mengenai kerusakan bangunan di kawasan pemukiman. Ada 53 rumah mengalami kerusakan di kecamatan Babakan Hurip atau sekitar 53 KK dengan jumlah 200 warga terdiri dari orang tua maupun anak-anak.

” Kami tadi sudah melakukan evakuasi ini sudah di assesment mana saja rumah yang riskan tentu kita akan tempatkan warga di tenda-tenda,” pungkasnya. (**/SK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *