11 Ribu Lebih Anak Anak Tewas, Euro-Mid Monitor Pastikan Israel Lakukan Pembasmian Etnis Di Gaza

PosCyber (Jenewa) – Sebuah organisasi HAM International Euro-Mediterranean Human Rights Monitor (Euro-Med Monitor) memberi pernyataan terbaru tentang invasi Israel ke Palestina sejak 7 Oktober lalu.

EURO-Med Monitor memberi kesimpulan, pasukan penjajah berlabel Zionis ini dengan sengaja dan tersistematis melakukan penghacuran warga sipil Gaza (genosida) dengan korban anak anak mencapai 11. 422. Tingginya korban anak anak ini masih di tambah dengan korban perempuan Palestina yang mencapai 5.822 orang.

Hingga 26 Desember, jumlah warga Palestina yang di identifikasi Euro-Med Monitor sebagai korban genosida tentara zionis Israel mencapai 29.124 orang. Didalamnya termasuk 481 petugas kesehatan, dan 101 jurnalis..

Anadolu agency melaporkan, Euro -Med Monitor telah menyerahkan laporan perihal pelanggaran HAM yang dilakukan tentara Israel dalam serangannya di Jalur Gaza, kepada International Criminal Court (ICC) atau Pengadilan Kriminal Internasional dan UN rapporteurs atau pelapor PBB.

Laporan tersebut sekaligus penyerahan dokumentasi yang menggambarkan pembunuhan warga Palestina sebagai genosida. Euro-Mef Monitor meminta Pengadilan Kriminal International segera melakukan penyelidikan atas serangan Israel yang sedang gencar berlangsung.

Terpisah , Afrika Selatan juga melaporkan Israel ke Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ) atas tuduhan genosida di Jalur Gaza, Palestina.

Dalam permohonannya ke ICJ, Afrika Selatan menggambarkan tindakan Israel di Gaza bersifat genosida karena dimaksudkan untuk menghancurkan sebagian besar komunitas bangsa, ras, dan etnis Palestina.

“Tindakan yang dimaksud termasuk membunuh warga Palestina di Gaza, menyebabkan penderitaan fisik dan mental yang serius, serta membuat kondisi hidup yang diperkirakan akan menyebabkan kehancuran fisik bagi mereka,” demikian isi dokumen laporan, dikutip dari Al Jazeera.

Euro-Med Monitor menyatakan sejak Israel mengkampanyekan Genosida di jalur Gaza lebih dari 28.000 warga Palestina telah terbunuh.

Jumlah itu mencakup mereka yang masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang hancur dan kini dianggap tewas. Perempuan dan anak-anak merupakan 70% dari korban yang tercatat.

“Oleh karena itu, kematian warga Palestina merupakan angka korban sipil tertinggi di dunia pada abad ke-21,” pernyataan Euro-Med Monitor dikutip Middle East Monitor, Kamis (28/12).

Euro-Med Monitor menekankan bahwa eksekusi Israel melanggar standar internasional dan hak untuk hidup yang diatur dalam Article 3 di Universal Declaration of Human Rights atau Pasal 3 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, ditambah Article 6 dari International Covenant on Civil and Political Rights (Pasal 6 Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik), yang menetapkan bahwa “Setiap manusia mempunyai hak untuk hidup. hak yang melekat untuk hidup. Hak ini harus dilindungi oleh hukum. Tidak seorang pun boleh dicabut nyawanya secara sewenang-wenang.”

“Euro-Med Monitor menegaskan kembali bahwa pelapor khusus PBB dan Jaksa ICC harus melakukan penyelidikan cepat terhadap pelanggaran-pelanggaran yang disebutkan di atas, serta kejahatan perang lainnya yang telah dilakukan Israel terhadap warga sipil di Jalur Gaza, dan meminta pertanggungjawaban mereka yang mengeluarkan dan mengeluarkan dokumen dan melaksanakan perintah ilegal secara bertanggung jawab,” tambah pernyataan dari organisasi HAM tersebut.

Sementara kantor media pemerintah yang dikelola Hamas pada Rabu (20/12) menyatakan, warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober telah mencapai 20.000 orang.

Sementara mengutip kantor berita Xinhua, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza Ashraf al-Qedra mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa jumlah korban tewas bisa meningkat ketika tim penyelamat mencari korban yang selamat di bawah reruntuhan bangunan tempat tinggal dekat Rumah Sakit Al Amal di Khan Younis, sebuah kota padat penduduk di Gaza selatan.

“Korban akibat serangan Israel di Jalur Gaza meningkat menjadi 21.110 kematian dan 55.243 luka-luka,” menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Data Euro-Med Human Rights Monitor yang dikutip dari situs reliefweb.int pada Kamis (28/12), menyebut bahwa 56.122 warga Palestina terluka, dengan ratusan di antaranya terluka parah. Jumlah ini mencakup ribuan korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan, sementara ratusan lainnya masih belum terhitung, namun kemungkinan besar terjebak di bawah reruntuhan atau terluka di jalanan.

Perkiraan Euro-Med Monitor juga menunjukkan bahwa ada lebih dari 1.920 juta pengungsi di Jalur Gaza yang tidak memiliki tempat berlindung yang aman di tengah kondisi yang tidak manusiawi.

Menurut kelompok hak asasi manusia itu, 65.600 unit rumah telah hancur total akibat serangan Israel yang sedang berlangsung, sementara 177.200 lainnya rusak sebagian.

Israel menurut organisasi ini terus menimbulkan kehancuran besar-besaran dan kerusakan parah pada fasilitas infrastruktur vital di Jalur Gaza, dengan sasaran sebagai berikut:
305 sekolah, 1.541 fasilitas industri, 135 fasilitas kesehatan termasuk 23 rumah sakit, 56 klinik, 55 ambulans, 183 masjid,
3 gereja dan 165 kantor pers.(**/SK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *