”
PosCyber (Jakarta ) – Pembentukan Subholding PTPN, PalmCo menjadi optimisme baru untuk peningkatkan hasil Crude Palm Oil (CPO) termasuk minyak goreng Indonesia. Kementerian BUMN bahkan mentargetkan ada penambahan lahan kebun sawit hingga 600.000 dalam 3 tahun kedepan.
Jika tercapai, Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo bilang, kebun sawit Indonesia akan menjadi yang terbesar di dunia sekaligus melampaui kebun Sawit Malaysia Sime Derby yang hanya memiliki luas lahan 266.488 hektar dengan area tertanam 193.758 hektar.
Untuk di ketahui, PalmCom adalah Subholding hasil peleburan 13 PT Perkebunan Negara ( PTPN). PalmCo diberi mandat oleh Kementerian BUMN untuk melakukan penanam Sawit hingga memproduksi menjadi CPO dan minyak goreng.
Lewat PalmCo produksi minyak goreng diproyeksikan meningkat dari 460.000 ton/tahun pada 2021 menjadi 1,8 juta ton/tahun pada 2026.
“Itu nanti [PalmCo] akan menjadi one of the largest plantation company in the world,” ujar Kartika, Sabtu (30/12).
Menurutnya, untuk mencapai target kebun sawit terbesar, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibereskan oleh Kementerian BUMN.
Kartika yang akrab disapa Tiko itu menjelaskan, salah satu pekerjaan rumahnya adalah replanting atau penanaman kembali pohon sawit. Sebelumnya, kebanyakan pohon sawit mengalami kerusakan karena kurang terawat setelah perusahaan mengalami kekurangan cast flow. “Jadi, kami sekarang fokus replanting sawit,” pungkasnya.
Selain Subholding PalmCo, penggabungkan 13 perusahaan di bawah holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Kementarian BUMN juga membentuk subholding SupportingCo pada awal Desember 2023.
PalmCo dibentuk melalui penggabungan PTPN V, VI dan XIII ke dalam PTPN IV sebagai entitas bertahan dan pemisahan tidak murni PTPN III ke PTPN IV.
Sementara itu, pembentukan SupportingCo ditempuh melalui penggabungan PTPN II, VII, VIII, IX, X, XI, XII, dan XIV ke dalam PTPN I.
SupportingCo akan menjadi perusahaan pengelola aset perkebunan unggul, yang mencakup kegiatan pemanfaatan aset perkebunan melalui optimalisasi dan divestasi aset, pengelolaan tanaman perkebunan, serta diversifikasi usaha lainnya. (dik)



















