Poscyber (Jakarta) – Revisi Perpres no 191 tahun 2014 tentang penyediaan ,pendistribusi haraga jual terus dilakukan, penanda pemerintah serius akan membatasi penggunaan Pertalite (RON 90) untuk kendaaran ber CC 1400 dua silinder.
Penyaluran Pertalite dirasa tidak efektif karena banyak tidak tepat sasaran sehingga menjadi beban negara. PT Pertamina Patra Niaga mencatat ada 232 ribu kendaraan se Indonesia telah diblok.
“Pertamina telah memblokir hampir 232 ribu kendaraan se-Indonesia karena ketidakcocokan data antara di My Pertamina dengan di Korlantas Polri maupun di Samsat,” ujar Direktur Utama dikutip antara
Selama ini setiap kendaraan dibatasi menggunakan Pertalite 120 liter dibeberapa SPBU. Dan menggunakan aplikasi my Pertamina jika mengisi BBM bersubsidi.
Sebelumnya muncul aturan pembatasan kapasitas mesin, di mana mobil dengan enjin 1.400cc ke atas tidak boleh pakai Pertalite, dan motor 250cc ke atas. Seperti disampaikan Direktur Jenderal dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji.
“Mudah-mudahan bisa dibahas terus, kriteria masih sama seperti sebelumnya,” ujar mantan Dirjen ESDM tersebut.
Artinya jika wacana penggunaan BBM bersubsidi tersebut berdasarkan volume silinder mesin, maka ada cukup banyak mobil-mobil yang tidak bisa lagi pakai Pertalite.
Pertama di kelas mobil Low MPV, atau Multi Purpose Vehicle, diantaranya Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Mitsubishi Xpander, Suzuki Ertiga, Honda Mobilio, Wuling Confero S, Nissan Livina, Hyundai Stargazer.
Kemudian segmen Low SUV, atau Sport Utility Vehicle diantaranya Toyota Rush, Daihatsu Terios, Suzuki XL7, Honda BR-V, Hyundai Stargazer X, Mitsubishi Xpander Cross.
Untuk versi yang lebih mewah, atau kelas medium SUV ada Honda HR-V, dan Hyundai Creta, Toyota Yaris Cross, Suzuki Grand Vitara, Mitsubishi XForce, Kia Sonet, Chery Omoda 5, Wuling Alvez, Wuling Almaz, dan lain-lain.
Belum termasuk sedan, dan hatchback seperti Toyota Vios, Honda City, Toyota Yaris, hingga SUV premium Honda CR-V versi standar.
Semua mobil tersebut menggendong mesin bensin empat silinder dengan volume silinder di atas 1.400cc, dan teknologinya beragam ada yang pakai turbo, ada juga mild-hybrid, dan hybrid sistem paralel.
Sedangkan mobil yang dibolehkan menggunakan Pertalite jika berkaca dari kapasitas mesinnya, sebagian besar di kelas LCGC (Low Cost Green Car) seperti Toyota Calya, Agya, Daihatsu Sigra, Ayla, dan Honda Brio.
Mobil-mobil harga terjangkau itu dibekali mesin 1.200cc, dan 1.000cc, seperti halnya Toyota Raize, Daihatsu Rocky, Nissan Magnite, atau Volkswagen T-Cross.
Pertamina Gencar Sosialisasikan QR Code Pertalite, Sudah Ada 3,44 Juta Daftar
Pertamina Patra Niaga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya pengguna pertalite agar mendaftarkan kendaraannya dan mendapatkan QR CodeVIVA.co.id. (SK)



















