Akuntansi Untuk Orang Bodoh

Pos opini46 Dilihat

Oleh : Suroto

Saya punya teman lama, seorang pengusaha sukses. Usaha pribadinya berkembang sangat pesat. Bahkan omsetnya puluhan milyard sebulan. Lucunya dia tidak menggunakan sistem administrasi keuangan yang rumit dan apalagi laporan keuangan. Harap maklum, dia memang begronya teknik nuklir.

Selain pintar bisnis dia adalah seorang ahli IT yang super canggih aslinya. Dia dari sejak dulu mengembara di dunia IT dan kecanggihan otaknya diakui oleh banyak pakar IT di dunia. Tambahanya, dia orangnya sangat menjengkelkan juga menyebalkan. Orang yang tidak mengenal aslinya pasti menganggapnya sangat tengil.

Di perusahaanya, administrasi yang dia maksud adalah hanya mencatat seperlunya transaksi bisnis yang dia lakukan di satu buku kecil. Juga ketika mengeluarkan nota atau kwitansi sebagai tanda bukti atau menyimpan faktur untuk menentukan harga.

Tidak ada staf bagian keuangan yang dia khususkan. Hanya ada satu orang kasir yang dia sangat percaya untuk menerima dan mengeluarkan uang. Kasir ini sudah bekerja dengannya puluhan tahun, dan sepertinya dia sangat terpercaya.

Puluhan orang yang bekerja denganya dibagi berdasarkan fungsi produksi, pemasaran dan lain lain. Tidak ada fungsi khusus bagian keuangan. Kata dia, staf keuangan itu tidak menghasilkan uang, tapi malah harus mengaji mereka. Selain itu katanya malah bikin rumit dan pusing kepala.

Teman saya ini memang katrok, dan aneh. Namun saya salut usahanya itu terus berjalan dan bahkan berkembang pesat.

Dalam pertemuan belum lama ini, dia sempat bertanya pada saya soal manajemen keuangan. Sebab dia tahu kalau saya memang punya bekgron administrasi keuangan. Dia tanya bagaimana caranya untuk mengetahui berapa keuntungan yang dia peroleh dari bisnisnya selama ini.

Sebelum saya menjawab, dia bilang jangan menyuruh untuk membuat administrasi keuangan yang rumit dan apalagi pakai aiti aiti an. Dia bilang hanya pingin tahu sebetulnya selama dia membuka bisnisnya itu sudah hasilkan berapa keuntungan. Dia juga minta, kalau bisa itungan itu sudah dalam bentuk semacam laporan keuangan selembar yang mudah dibaca.

Dia juga mengancam saya, kalau tidak bisa menjawab berarti basis keilmuan saya yang sekolah sampai 10 tahun S1 dan lanjut S2 itu dianggap tak berguna bagi rakyat katanya. Memang anak setan dan kurang ajar dia.

Saya langsung jawab bisa. Saya katakan itu hal mudah.

Dia langsung ternganga mulutnya. Kaget setengah mati. Dipikirnya saya hanya bercanda malah. Dia bilang tidak mungkin. Saya minta dia berikan pada saya secarik kertas dan bolpoin.

Saya jelaskan dengan sangat sederhana. Pertama saya minta hitung seluruh kekayaan perusahaan yang dia punya. Dari kas yang dia miliki baik di kantongnya, di brankas, di bank. Saya minta dia mentotal semua.

Lalu saya minta dia menghitung persediaan barang yang dia punya dan menilainya dengan hanga beli. Dia langsung menghitung semuanya. Barang yang ada mudah sekali dihitungnya dan secara fisik tidak banyak.

Lalu saya minta dia hitung utangnya. Semua utang. Baik itu utang dangang maupun utang jangka panjang. Saya minta dia untuk menyebut berapa modal awal yang dia setor bangun bisnis. Dia dengan mudah mampu sebutkan.

Lalu saya langsung sebut sebetulnya berapa keuntungan usaha dia selama ini dengan cara membuat persamaan sederhana dengan rumus sebagai berikut :

H= U + M

Keterangan :
H = Harta
U = Utang
M = Modal
Harta atau aset atau kekayaan yang kita miliki itu adalah sama dengan utang dan modal yang kita miliki.

Nah untuk menghitung berapa keuntunganya maka rumus yang dipakai adalah :

H = U+ M + K

Keterangan :
H = Harta
K = Keuntungan
U = Utang
M = Modal
Harta dengan ditambah keuntungan adalah sama dengan utang ditambah modal ditambah keuntungan.

Untuk mengetahui berapa jumlah keuntungan perusahaan yang dia peroleh selama ini adalah dengan membuat persamaan sebagai berikut :

K = H – ( U + M)

Keterangan :
K = Keuntungan
U = Utang
M = Modal
Keuntungan adalah sama dengan harta dikurangi oleh utang ditambah modal.

Setelah dilakukan perhitungan, ternyata keuntungan usaha teman saya selama ini ternyata sudah bernilai ratusan milyard. Luar biasa!. Wajahnya langsung berbinar binar..

Lalu saya bertanya padanya, apakah selama ini ada pemisahan antara pengeluaran pribadi dengan pengeluaran perusahaan?. Dia jawab dengan tegas : tidak!.

Saya katakan padanya agar pengeluaran pribadi dengan perusahaan dengan sebaiknya dipisahkan. Fungsinya untuk mengetahui yang sebenarnya kinerja dari perusahaan sesungguhnya. Sebab fungsi dari laporan keuangan di atas itu juga berfungsi untuk dianalisis dan digunakan sebagai alat ukur untuk mengukur kinerja perusahaan. Juga untuk melihat perkembangan riil dari tahun ke tahun.

Dalam prinsip akuntansi saya katakan padanya, hal yang sangat penting adalah konsep kesatuan usaha (unity Concept). Jika dicampur aduk maka tidak dapat diketahui seberapa besar kinerja riil perusahaan.

Dia langsung menjawab jika hal demikian tidak penting. Baginya penting dapat mengetahui apakah usahanya selama ini mengalami keuntungan atau tidak. Jika memiliki keuntungan sudah berapa keuntungan yang didapat.

Dia katakan kepada saya kenapa tidak perlu dipisahkan antara pengeluaran pribadi dengan pengeluaran perusahaan, alasanya karena urusan pribadi itu dia anggap sebagai urusan perusahaan. Perusahaan itu baginya dianggap sebagai sebuah urusan pribadi dan keluarga.

Orang yang ada di perusahaan itu dia anggap seperti keluarga inti dia. Jadi kalau ada masalah dengan karyawanya atau keluarga karyawanya itu dia anggap seperti masalah pribadinya.

Teman saya ini memang dari dulu sangat baik kepada siapapun. Orangnya sangat terbuka untuk membantu dengan sangat terbuka. Saya lihat orang orang yang bekerja di perusahanya memang terlihat ceria dan rileks. Sangat egaliter dan telihat tidak berjarak sama sekali. Mereka bercandai ria dengan teman saya tanpa rasa ketakutan atau segan sama sekali.

Dia bilang pada saya, baiknya saya buka saja jasa konsultan manajemen. Pasarnya kata dia bilang pasti banyak. Apalagi kata dia, saya juga dia anggap memiliki kemampuan untuk memberikan konsultasi manajemen baik itu soal keuangan, pemasaran, operasional maupun SDM seperti yang dia rasakan selama ini.

Dalam hati saya, teman saya ini mungkin benar juga. Buka jasa konsultan manajemen untuk orang bodoh untuk khsus yang sudah beraset milyaran. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *