Banyak Ban Kendaraan Rusak Menghantam Lubang, Ketua APTRINDO : Tidak ada Ban Yang Didesain Khusus Untuk Untuk Menghantam Lubang

Pos Nasional27 Dilihat

Poscyber.com (Jakarta) – Sejumlah mobil mengalami pecah ban akibat jalan berlubang di sejumlah titik di ruas jalan Tol cipali, viral di media sosial.

Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia ( APTRINDO ) Jawa Tengah & D.I.Yogyakarta,Bambang Widjanarko, banyaknya kendaraan pribadi maupun niaga yang mengalami pecah ban & velg di jalan tol Cipali karena ban dengan tingkat kekerasan seperti ban untuk keperluan militer ( militairy purpose ) tidak di design secara khusus untuk menghantam lubang.

Menurutnya, yang ada hanya ban yang tahan untuk pemakaian jangka panjang ( wear resistance ) dan ban yang tahan terhadap tusukan & goresan ( cut and tear resistance )

“Itupun tidak seluruhnya berlaku, mengingat bahwa karet compound sebagai bahan baku ban secara dalil fisika pasti kalah kuat dibanding besi atau batu,” ujarnya dikutif Poscyber.com Senin (3/1)

Ia mengatakan, ban apapun yang menghantam bibir lubang dan benda padat lainnya di sepanjang jalan seperti batu, besi atau trotoar pasti akan mengalami kerusakan.

Bambang menyebut, Sebelum adanya jalan tol trans Jawa kasus pecah ban dan velg mobil termasuk motor pada musim penghujan lebih sering dialami oleh para pengemudi kendaraan bermotor, namun sejak tersambungnya tol trans Jawa kasus seperti ini sudah jauh berkurang.

“Dahulu setiap musim penghujan tiba, pasti penjualan ban dan velg selalu meningkat, karena para pengendara menghindari aquaplaning ( hilang kendali diatas lapisan air -red) dan banyak yang rodanya membentur bibir lubang di jalan,” jelasnya.

Ditegaskan, Kasus-kasus yang kerap terjadi kala ban membentur bibir lubang dikenal di kalangan teknisi ban sebagai impact burst ( benturan ), cut burst ( terpotong )dan run flat ( kehabisan udara ).

“Bukan lantas berarti semua kendaraan tidak boleh melintasi jalanan rusak & bebatuan. Boleh saja, karena yang tidak boleh adalah menghantam lubang di jalan, kalau melindas boleh saja,” ia menandaskan

Ia menegaskan, menghantam lubang terjadi karena pengemudi dikejutkan oleh kemunculan lubang secara tiba-tiba pada kecepatan tinggi, sedangkan melindas adalah melintasi lubang secara perlahan-lahan.

“Jika pengemudi sudah mengetahui adanya jalanan rusak, maka secara otomatis dia akan menurunkan kecepatannya ketika melintasinya,” pungkasnya

Sebelumnya, Astra Infra Toll Road Cikopo Palimanan selaku pengelola ruas tol Cikopo–Palimanan membenarkan adanya beberapa lubang di sebagian ruas Tol Cipali. Kejadian itu disebabkan sejumlah faktor, salah satunya curah hujan yang tinggi.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, dan berkomitmen untuk dapat mengganti kerugian yang menimpa pengguna jalan, serta segera melakukan penanganan lubang di ruas Tol Cipali,” ujar Direktur Operasional ASTRA Infra Toll Road Cikopo Palimanan, Rinaldi, Selasa (28/1) dikutip republika

Rinaldi mengatakan, untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, pihaknya langsung melakukan penanganan berupa patching atau penambalan jalan berlubang. Pihaknya juga melakukan pemasangan perambuan yang cukup untuk memastikan pekerjaan terlaksana dengan baik dan aman. (**/sk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *