Belajar Pola Transportasi Terintegrasi Kota Banjarmasin

Pos Nasional31 Dilihat

Oleh : Djoko Setijowarno

Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat

PosCyber (Opini) – Prioritas Kegiatan Pembangunan Kota Banjarmasin 2021-2024 adalah mengintegrasikan transportasi sungai dan transportasi darat yang inklusif agar dapat diakses oleh semua warga tanpa terkecuali. Wujud dari program ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin menciptakan Trans Banjarmasin yang direncanakan 13 koridor sepanjang 189 km dan awal beroperasi tahun 2020. Hingga sekarang, tidak dipungut bayaran bagi warga yang menggunakannya.

Upaya Pemkot Banjarmasin menghidupkan kembali gairah warganya untuk menggunakan jasa layanan angkutan umum seperti angkutan kota bajaj dan ojek, saat ini kondisinya tidak semakin membaik. Manajemen pengelolaan perorangan tanpa subsidi pemerintah sangat berpengaruh dalam kelangsungan operasi dan pelayanan standar angkutan umum.

Alternatif yang belakangan muncul adalah layanan angkutan umum trans Banjarmasin yang digagas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin sejak awal tahun 2020. Layanan berfokus pada integrasi transportasi jalan hingga sungai dengan harapan akan berdampak pada perubahan ekonomi, sosial dan budaya masyarakat.

Awal memulai angkutan umum Trans Banjarmasin Dishub menggunakan kendaraan jenis Elf kapasitas 16 sampai 19 penumpang. Layanan angkutan umum ini tidak dipungut bayaran hingga sekarang dalam upaya untuk meningkatkan mobilitas menggunakan transportasi umum. Layanan angkutan umum Trans Banjarmasin menyediakan rute-rute yang melewati fasilitas umum, swalayan, fasilitas kesehatan, tempat wisata, kawasan pendidikan hingga tempat bersejarah.

Kebutuhan layanan angkutan umum di Kota Banjarmasin direncanakan sebanyak 13 koridor sepanjang 186 km. Adapun koridor itu terdiri dari 9 koridor utama dan 4 koridor angkutan penyambung (feeder). Awalnya dioperasikan dua koridor, yakni Terminal Antasari – Terminal Km 6 sepanjang 15,6 km dan Terminal Antasari – RS Anshari Shaleh Kayu Tangi (15,4 km). Dua koridor tersebut dilayani dengan 6 armada.

Tahun berikutnya dioperasikan koridor Terminal Antasari – Mantuil (18,4 km). Total panjang layanan 49,4 km. Hingga sekarang, Trans Banjarmasin memiliki 17 armada. Ada tambahan 4 armada tahun 2023 yang sebelumnya hanya 12 unit.

Ketiga koridor ini melewati fasilitas Kesehatan, seperti rumah sakit dan puskesmas, kemudian tempat Wisata Siring 0 kilometer dan Kuin Kacil Jembatan Bromo, serta pusat perbelanjaan dari tradisional dan modern. Tahun 2024, ada penambahan koridor Sungai Andai ke Teluk Tiram sepanjang 16 km dengan 8 armada bus. Tersedia 6 kendaraan untuk cadangan apabila terjadi kendala teknis, supaya layanan tetap terus berjalan. Secara rutin, pengelola Trans Banjarmasin juga melakukan pengecekan atau kelaikan unit sebelum memulai operasional.

Terminal Antasari sebagai salah satu komponen penting bagi sistem transportasi Kota Banjarmasin. Fungsi utama menjadi tempat pemberhentian sementara kendaraan umum untuk menurunkan dan menaikkan penumpang. Terminal Antasari menjadi titik integrasi layanan Trans Banjarmasin.

Untuk tenaga sopir trans Banjarmasin,
Pemkot Banjarmasin merekrut sopir angkutan umum yang sudah ada melalui proses pembinaan dan pengembangan. Kualifikasinya sopir yang punya kecenderungan dan memperhatikan kenyamanan dan keselamatan berkendara.
Ada 30 tenaga sopir yang mengoperasikan Trans Banjarmasin.

Halte dan wayfinding

Salah satu fasilitas penunjang Trans Banjarmasin untuk turun naik penumpang, tersedia 28 halte hingga pertengahan tahun 2023.

Bangunan halte dirancang menarik didominasi warna biru dan silver membuat halte terlihat dinamis serta minimalis. Hal itu dirancang dengan harapan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Kota Banjarmasin untuk menggunakan angkutan umum, selain memberikan rasa nyaman pada saat menunggu Trans Banjarmasin.

Untuk media informasi layanan Trans Banjarmasin, seperti jadwal operasional, rute layanan Pemkot Banjarmasin telah membangun 28 wayfinding yang tersebar di 3 Koridor dengan desain yang juga dinamis dan menarik.

Penumpang dan integrasi

Mengutip data Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin (September 2023), capaian penumpang Trans Banjarmasin seiiring dengan penambahan koridor dan armada tahun 2020 sebanyak 96.664 orang, tahun 2021 sebanyak 120.830 orang, tahun 2022 sebanyak 281.422 orang dan tahun 2023 sampai Agustus sebanyak 238.422 orang.

Selain terhubung dengan Trans Banjarbakula, trans Banjarmasin juga terintegrasi dengan angkutan perairan. Ada 6 shelter air, yaitu Kampung Biru, Pasar Cemara, Banua Anyar, Menara Pandang, Balai Kota (Kantor Walikota Banjarmasin) dan Kubah Basirih.

Keberadaan shelter atau halte bagi pengguna moda transportasi sungai itu untuk mendukung pariwisata berbasis sungai. Selain itu integrasi moda transportasi sungai dan darat yang akan diterapkan Pemkot Banjarmasin.

Aplikasi mobile dan ruang kontrol bus

Dalam rangka peningkatan layanan, maka dikembangkan apilkasi mobile yang bertujuan untuk memberikan informasi serta panduan secara langsung pada penumpang dan dengan memberikan fitur tambahan yang memberikan informasi live akses traffic di Kota Banjarmasin. Didalamnya termasuk berita terkini, kondisi Kota Banjarmasin hingga prakiraan cuaca dan fitur lainnya. Aplikasi itu disebut Banjarmasin Transport System (BTSGo) yang dapat diunduh di playstore secara gratis.

Tersedia juga fasilitas ruang kontrol berfungsi sebagai command center untuk memaksimalkan layanan Trans Banjarmasin dalam mengawasi secara real-time jalannya operasional mulai dari pengaturan rute, headway armada, jumlah armada yang akan disedikan pada masing-masing koridor hingga pada pengawasan aktivitas penumpang dan pengemudi melalui kamera cctv yang ada di dalam bus.

Pemerintah Kota Banjarmasin telah berinisiatif menyediakan layanan dasar Masyarakat perkotaan, yakni transportasi umum di tengah banyak pemda tidak mau membenahi angkutan umum di daerah dengan alasan fiskal rendah dan regulasi tidak mendukung. Trans Banjarmasin masih memberikan layanan gratis, seperti halnya Trans Koetaradja di Banda Aceh. Program ini perlu ditiru oleh pemda yang lain, kemauan politik kepala daerah adalah kunci keberhasilan program ini yang mendapat didukung anggota DPRD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *