PosCyber (Banten) – Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi, memberikan penguatan Ideologi Pancasila untuk puluhan Kyai dan Santri di Pondok Pesantren Kananga Menes, Pandeglang, Banten, Sabtu, (16/3).
Dalam pemaparannya, jebolan Harvard Law School Amerika Serikat itu antara lain menyatakan, Indonesia sempat mengalami kekalahan oleh penjajah lantaran tidak memiliki teknologi militer yang canggih. Namun salah satu penentu kemerdekaan tersebut karena bangsa Indonesia memiliki ideologi Pancasila.
“Meskipun demikian, karena hebatnya Pancasila dan perjuangan para tokoh serta do’a para nabi, Indonesia bisa merdeka dan diberikan segala-galanya”, papar pria bergelar Profesor tersebut.
Untuk saat ini, implementasi nilai-nilai Pancasila atau biasa disebut Pancasila Dalam Tindakan diantaranya mensosialisasikan pentingnya pencegahan Stunting di lingkungan kyai dan santri. Apalagi, penekanan angka stunting merupakan program strategis pemerintah (nasional) yang dilakukan secara masif.
“Penekanan angka stunting ini juga merupakan arahan Bapak Presiden Joko Widodo yang harus dilakukan secara gotong royong oleh semua pihak “, ujarnya.
Yudian mengajak seluruh kyai dan santri untuk bersyukur, sebab warga negara Indonesia yang memiliki falsafah Pancasila. Warga negara Indonesia juga diberikan banyak kenikmatan yang tidak dimiliki Negara lain.
Karena itu, Yudian memotivasi santri untuk terus belajar berbagai aspek ilmu untuk menghadapi tantangan masa depan.
Sementara, Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP, Prakoso mengatakan, dalam kegiatan tersebut pihaknya telah memberikan bantuan 100 paket sembako untuk keluarga yang terdampak stunting.
Dia menjelaskan bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong dari Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) di lingkungan BPIP. (IMO)



















