Eksploitasi lahan dan tenaga kerja Pelestina, ini seruan Boikot Kurma Produk Israel

PosCyber (Jakarta) – Sejumlah perusahaan Israel mengeruk omset hingga 12 juta dolar dari eksport Kurma. Dan khususnya menjelang bulan Ramadhan, negeri Yahudi itu tergolong masif memasok kebutuhan kurma ke negara muslim. Disisi lain, kurma Israel dihasilkan dari eksploitasi lahan dan tenaga kerja Palestina.

Dikutip dari laman Boycottguide.org, Israel telah membangun pabrik pabrik kurma di tepi barat diatas lahan ilegal, hasil penguasaan sepihak dari warga Palestina.

Zionis yang belakangan telah membunuh warga sipil Gaza hingga 30 ribu orang itupun, mencuri air warga Palestina untuk bertanam kurma. Dibagian lain, Israel telah menguasai bukit Jordan, lahan paling subur untuk menanam Kurma.

Untuk pekerja, Israel memfaatkan warga Pelstina yang terpaksa bekerja di permukiman ilegal karena kebutuhan ekonomi

Undang-undang ketenagakerjaan Israel tidak pernah tegak untuk pekerja Palestina meski dibayar rendah, tidak ada kompensasi untuk pekerjaan yang melelahkan. 

Sejak tahun 2021, tidak ada satu pon kurma pun yang diekspor ke AS dari Gaza. Menurut data yang diberikan oleh Layanan Riset Ekonomi Departemen Pertanian AS, konsisi ini disebabkan oleh pengepungan Israel yang mencekik di Gaza.

Israel menghalangi warga Palestina mengekspor kurma lokal mereka, kurma Deir Al Balah yang terkenal. Sementara, Israel terus menjadi salah satu eksportir kurma terbesar ke Amerika Serikat.

Tak heran kalau antara tahun Pada 2022 hingga 2023, Israel mengekspor kurma sedikitnyan senilai 12 juta dolar ke AS.

Bagi Palestina, kurma dianggap emas hitam. Kurma adalah produk alami penting dari tanah Palestina.

Sementara dengan datangnya bulan suci Ramadhan, emas hitam ini menjadi sangat sakral karena ritual umat Islam berbuka puasa bersama mereka.

Laman itu menyerukan, boikot terhadap kurma Israel sangat penting untuk melawan industri yang eksploitatif. Berikut brand nama kurma produk Israel yang wajib si boikot medjool, Navafresh, Star Dates, Urban Platter, King Soloman, Hadiklaim, Delilah, Mehadrin, Shah Co, Anna and Sara, Carmel Agrexco. (**/SK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *