Hadiri Santunan Yatim Majelis Taklim Se Cilebut Barat, Ay Sogir Minta Muslimat Tidak Golput

Pos Daerah23 Dilihat

PosCyber (Bogor) – Ay Sogir menghadiri sekaligus memberikan tausiah dalam acara silaturahmi dan santunan anak yatim yang di gelar oleh Gabungan 26 majelis taklim se Cilebut barat.

Acara tersebut di gelar rutin dan biasa dihadiri oleh kebanyakan muslimat. Di momen ini, Ay Sogir yang di kenal sebagai guru agama banyak di elukan jamaahnya. Apalagi belakangan di ketahui, Ay Sogir mencalonkan diri sebagai calon legislatif DPRD Kabupaten Bogor.

Karenanya, disela acara silaturahmi tersebut banyak jamaah mengemukakan dukungannya kepada Ay Sogir untuk nyaleg.

Sementara itu dalam sambutannya, Ay Sogir mengingatkan jamaahnya untuk aktif ikut mencoblos dalam pemilu 2024. Sebab setiap warga negara wajib menentukan pilihannya, baik untuk pemilu Presiden, pemilu legislatif atau pemilu untuk memilih kepala daerah.

“Sangat di sayangkan kalau tidak memilih atau Golput, sebab kita wajib memilih pemimpim kita, dewan kita. Asal satu, kita tidak salah pilih karena akan fatal untuk lima tahun ke depan,” ujarnya

Dia menegaskan, memilih pemimpin atau dewan jangan memilih figur yang berwatak culas, setelah dipilih lupa ke yang memilih atau kacang lupa kulitnya.

Berikutnya, lanjut Ay Sogir, pilih wakil rakyat atau pemimpin yang ngerti ilmu pemerintahan. “Dengan begitu wakil rakyat yang kita pilih tidak bingung setelah duduk di kursi dewan, sebab kalau yang kita pilih jadi tapi terus bingung setelah ada di dewan, bagaimana dia memperjuangkan aspirasi rakyat yang telah memilihnya,” jelas pria asal Banten tersebut.

Karena itu, Ay Sogir minta jamaah untuk
Sering mendengar informasi soal figur orang yang akan nyaleg atau jadi calon pemimpin, supaya kalau dapat informasi yang jelas akan memantapkan keputusan untuk memilih atau tidak memilih.

“Jangan beli kucing dalam karung, jangan salah pilih, dalami informasinya sebab pilihan yang benar bisa jadi sumber mamfaat buat kita dan orang lain,” ujarnya.

Dia juga menegaskan. Pemilu harus disambut dengan kebahagiaan sekaligus menjaga persaudaraan. Sebab hakekat pemilu untuk memilih pemimpin, bukan pecah gara gara memilih pemimpin.(SK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *