Koordinator Presidium BEM PTMI : Rakyat Indonesia Harus Legowo Terima Hasil Pemilu

Pos Politik20 Dilihat

PosCyber (Jakarta) – Koordinator Presidium Nasional BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisiyah se Indonesia (PTMAI), Yogi Syahputra Alidrus meminta seluruh rakyat Indonesia bisa legowo menerima hasil pemilu 2024.

Menurutnya, perbedaan dalam pemilu tidak bisa berkelanjutan, sebab Indonesia butuh persatuan dan ketenangan untuk bisa membangun dan memajukan bangsa dalam segala bidang.

“Saya mengajak warga masyarakat untuk tetap legowo sampai hasil suara di keluarkan oleh pihak penyelanggara yakni Komisi Pemilihan Umum. Kita jadikan pemilu 2024 ini dengan penuh kedamaian demi mengharmonisasikan stabilitas politik maupun negara, dan mewujudkan demokrasi yang bermartabat”. Ujar Yogi Rabu (14/02) malam di Jakarta.

Menurutnya, Pemilu adalah salah satu moment penting dan juga bersejarah di sistem ketatanegaraan Indonesia. Oleh sebab itu pemilu yang aman dan sejahtera akan menghasilkan pemerintah yang bersih dan menjunjung tinggis asas-asas umum pemerintahan yang baik. Hasil pemilu ini merupakan kepercyaan masyarakat terhadap pemimpin yang ia pilih dan menjadi bagian dari demokrasi konstitusional yang terjadi di negara kita.

Yogi menyampaikan bahwa pandangan tersebut relevan dengan apa yang disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

Sebelumnya, Haedar memintan semua pihak harus menerima hasil pemilu dengan legowo. Sementara kalau ada sengketa pemilu, karena ada penyimpangan tidak disengaja atau penyimpangan tidak sesuai dengan ketentuan, maka harus menggunakan prinsip hukum yang berlaku.

Yogi juga menginginkan agar Masyarakat Indonesia tetap mengedepankan Prinsip Bhineka Tunggal Ika sebagai landasan walaupun perbedaan pilihan atau pandangan tetapi tetap satu dengan tetap memegang rasa kehormatan terhadap individu satu dengan yang lainya.

Menurutnya, Salah satu Dampak buruk dari pemilu adalah sebuah perpecahan sosial yang terjadi di tatanan lingkungan, Untuk menghindari hal tersebut Masyarakat h
tidak boleh saling menghujat, memfitnah apalagi bermusuhan akibat perbedaan pilihan.

Yogi juga mengajak Masyarakat bahkan Mahasiswa di seluruh Indonesia agar bersatu kembali, sehingga tidak ada perpecahan. Masyarakat dapat menyikapi perbedaan pilihan politik dengan sebesar hati. (IMO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *