PosCyber (Bogor) – PJ Bupati Bogor Asmawa Tosepu minta Asisten Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat (Ekbang Kesra) lebih selektif dalam pemberian izin peralihan fungsi lahan pertanian yang ada di Kabupaten Bogor.
Hal itu menjadi kesimpulan Bupati setelah melakukan evaluasi bersama penyuluh pertanian di gedung Sekretariat Daerah, Pemkab Bogor pada Selasa, (30 /1)
Pj Bupati Bogor, Asmawa Tosepu mengatakan bahwa tidak sedikit lahan pertanian yang saat ini berubah fungsi menjadi pemukiman warga (perumahan). Menurutnya hal tersebut sangat berdampak pada hasil panen.
“Masalahnya, salah satunya yang ada di hadapan kita adalah lahan pertanian yang kemudian jadi kawasan pemukiman. Oleh karena itu masukan daripada penyuluh dan petani, Pemkab Bogor artinya harus seleksi ketat kepada pihak-pihak yang ingin mengembangkan kawasan pertanian, khususnya kawasan pertanian produktif menjadi kawasan pemukiman,” kata Asmawa.
“sudah kami tugaskan kepada asisten ekbang untuk seleksi ketat memfilter mana-mana perizinan yang akan menggunakan lahan produktif pertanian yang berubah fungsi menjadi kawasan pemukiman atau perumahan,” tambahnya.
Selain itu , Asmawa juga menyinggung terkait Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dibidang pertanian Kabupaten Bogor.
“dari evaluasi BPS bahwa memang secara Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kita naik tetapi dari sisi produktivitas kita turun,” jelasnya.
Dalam hal ini Asmawa menyebut bahwa para penyuluh dianggap sebagai ujung tombak dari gerakan yang lebih baik lagi untuk kedepannya, oleh karena itu Ia berharap setelah pertemuan ini harus ada perubahan yang signifikan.
“Nah ini menjadi tantangan terbesar bagi para penyuluh karena sesungguhnya merekalah garda terdepan, ujung tombak meningkatkan produktivitas pertanian,” tandasnya. (SK)



















