PosCyber (Bogor) – Puluhan anak anak di Sukabumi dan Bogor diduga alami keracunan setelah mengkonsumsi jajanan pedagang keliling. Saat ini sebagian harus dirawat setelah alami ganguan kesehatan seperti mual, muntah dengan kondisi lemas ( tepar).
Untuk kasus di Kabupaten Bogor, Polisi telah mengambil tindakan. Satu dari dua anak yang tengah dalam perawatan sudah diambil sampel muntahannya termasuk jajanan yang dikonsumsi untuk selanjutnya dimasukan ke laboratorium. Dua anak pelajar yang terindikasi keracunan itu berasal dari Kampung Bojong Kaso, Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi kabupaten Bogor.
Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Teguh Kumara mengatakan, uji sampel di Laboratorium untuk memastikan apakah benar dugaan keracunan dua anak pelajar itu akibat megkonsumsi jajanan.
Sementara informasi awal menyebut jananan dengan nama Daya tersebut diproduksi dikota Bandung.
“Maka adanya kejadian ini kami juga meminta kepada orang tua dan guru saat anak berada di lingkuang sekolah dan rumah. Jangan terlalu membebaskan anak jajan sembarang apalagi makanan yang belum mendapatkan sertifikasi halal dan teruji oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan),” Kata Teguh dikutip bogorOnline.com Rabu (28/02).
Terpisah, Ketua Rukun Warga (RW) 08 Kampung Bojong Kaso, Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Indra membenarkan belum lama ini ada 2 orang anak sekolah yang keracunan jajanan. Kejadian ini bahkan sempat viral, salah satu anak sudah sembuh dan satu lagi sedang di rawat dirumah sakit Medika.
“Berdasarkan hasil leb memang ada bekteri yang menyebabkan anak tersebut mual dan muntah,” ujar Indra Rabu (28/02).
Sebelumnya, sebanyak 28 Siswa dari dua Sekolah Dasar (SD) berbeda di Kecamatan Sukabumi Kabupaten Sukabumi diduga mengalami keracunan setelah konsumsi jajanan jenis makanan ringan yang dibeli dari pedagang keliling.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu menimpa 25 siswa dari SD 1 Nanggewer dan 3 siswa dari MI Sudajaya Girang Desa Sukajaya Kecamatan Sukabumi Kabupaten Sukabumi, Senin (26/2) sekira pukul 08:00 WIB.
Sekretaris Desa Sukajaya Cece Purnama membenarkan peristiwa keracunan massal tersebut terjadi di wilayahnya. Keracunan akibat makanan jenis biskuit.
“Terindikasi keracunan jajanan (makanan anak anak) makanan merek DAYA, yang dijual oleh pedagang jajanan yang biasa mangkal di sekolah sekolah,” ujarnya. (SK)



















